Rabu, 31 Januari 2018

Masjid Jami' Daarul Khairat Laksanakan Shalat Gerhana Bulan

DKM-DK. Ba'da Shalat Isya berjamaah DKM DK melaksanakan Sholat Gerhana (Khusuf) sehubungan dengan terjadinya peristiwa Gerhana Bulan pada malam ini (Rabu, 31/01/2018). Bertindak sebagai imam shalat dan khatib adalah Ust. Sunardi, S.E.

Dituntunkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa shalat sunnah gerhana (khusuf) dikerjakan dalam 2 rakaat. Yang membedakan sunnah gerhana dengan sholat 2 rakaat pada umumnya adalah pada bacaan surah, ruku’ dan sujudnya yang lama, serta setiap rakaat terdiri dari 2 kali ruku’, sehingga 2 rakaat terdiri dari 4 kali ruku’ dan 4 kali sujud.

Hal ini berdasarkan Hadits :
Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata: “Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu mendirikan shalat bersama orang banyak. Beliau berdiri dalam shalatnya dengan memanjangkan lama berdirinya, kemudian ruku’ dengan memanjangkan ruku’nya, kemudian berdiri dengan memanjangkan lama berdirinya, namun tidak selama yang pertama. Kemudian beliau ruku’ dan memanjangkan lama ruku’nya, namun tidak selama ruku’ nya yang pertama. Kemudian beliau sujud dengan memanjangkan lama sujudnya, beliau kemudian mengerjakan rakaat kedua seperti apa yang beliau kerjakan pada rakaat yang pertama. Saat beliau selesai melaksanakan shalat, matahari telah nampak kembali. Kemudian beliau menyampaikan khutbah kepada orang banyak." (HR. Al-Bukhari no. 1044 dan Muslim no. 1499).


>>> Apakah Peristiwa Gerhana Berhubungan Dengan Peristiwa Kematian atau Kelahiran Seseorang?

Dalam khutbahnya, Ust. Sunardi menyampaikan, bahwa pada sistem kepercayaan beberapa masyarakat jaman dahulu di berbagai belahan dunia, termasuk pada saat masyarakat Arab jahiliyyah, meyakini peristiwa gerhana dengan hal-hal yang tidak masuk akal dan sekedar dongeng.
Bahkan tidak sedikit dari masyarakat yang mengaitkan peristiwa gerhana bulan maupun matahari dengan peristiwa kematian maupun kelahiran seseorang.

Kepercayaan dan pendapat masyarakat ini pun pernah terjadi di masa Rasulullah, seperti dijelaskan oleh beliau dalam Hadits :

كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْكَسَفَتْ الشَّمْسُ فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجُرُّ رِدَاءَهُ حَتَّى دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدَخَلْنَا فَصَلَّى بِنَا رَكْعَتَيْنِ حَتَّى انْجَلَتْ الشَّمْسُ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَصَلُّوا وَادْعُوا حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُمْ

“Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu terjadi gerhana matahari. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dan berjalan cepat sambil menyeret selendangnya hingga masuk ke dalam masjid, maka kamipun ikut masuk ke dalam masjid. Beliau lalu mengimami kami shalat dua rakaat hingga matahari kembali nampak bersinar. Setelah itu beliau bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana disebabkan karena matinya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka dirikanlah shalat dan berdoalah hingga selesai gerhana yang terjadi pada kalian.” (HR. Al-Bukhari no. 1040)

Pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah terjadi gerhana matahari, yaitu pada hari wafatnya Ibrahim (putra Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam dari Mariyah Al-Qibthiyah). Lalu orang-orang berkomentar : "Telah terjadi gerhana matahari karena wafatnya Ibrahim." 
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena mati atau hidup seseorang. Jika kalian melihat keduanya (terjadi gerhana), maka segera berdoa kepada Allah dan sholatlah sampai kembali seperti semula.” (WA/DK)


********


SHOLAT GERHANA (Khusuf) BULAN
Rabu malam Kamis, 31 Januari 2018 (14 Jumadil Ula 1439 H)

A. Waktu :

  • WIB mulai pk: 18:48 sd pk.22:11 (puncaknya)
  • WITA mulai pk: 19:48 sd pk.23:11 (puncaknya)
  • WIT mulai pk: 20:48 sd pk.00:11 (puncaknya)

B. Tata Cara :
Shalat gerhana dilakukan sebanyak 2 raka’at.
setiap rakaat dilakukan dengan 2 kali ruku’ dan 2 kali sujud.

Adapun cara mengerjakannya adalah sbb:
  1. Berniat
  2. Takbiratul Ihram;
  3. Membaca Doa Istiftah & Berta'awudz;
  4. Membaca Alfatihah;
  5. Membaca Surat yang Panjang yang dikeraskan (HR.Bukhori No. 1065, dan Muslim No. 901);
  6. Ruku' (dianjurkan yang lama);
  7. Bangkit dari Ruku' (I'tidal);
  8. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, tetapi tetap Berdiri, Membaca Alfatihah kembali;
  9. Membaca Surat (yang lebih singkat dari sebelumnya);
  10. Ruku' lebih Singkat dari sebelumnya;
  11. Bangkit dari Ruku' (I'tidal);
  12. Sujud yang lamanya seperti Ruku';
  13. Duduk diantara 2 Sujud dan Sujud Kembali;
  14. Bangkit dari Sujud lalu melanjutkan Rakaat kedua seperti Rakaat Pertama;
  15. Tasyahud;
  16. Salam.

C. Khutbah :
Di sunnahkan ada khutbah kepada para jamaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar dan bersedekah.

D. Dalil:
  1. Dan dari sebagian tanda-tanda-Nya adalah adanya malam dan siang serta adanya matahari dan bulan. Janganlah kamu sujud kepada matahari atau bulan tetapi sujudlah kepada Allah Yang Menciptakan keduanya. (QS. Fushshilat : 37)
  2. Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah hingga selesai fenomena itu. (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad)
  3. Ketika matahari mengalami gerhana di zaman Rasulullah SAW, orang-orang dipanggil shalat dengan lafaz : As-Shalatu jamiah". (HR. Bukhari).
Ust. Guntur dari Sumber: Ajakan dari Kemenag, https://kemenag.go.id/berita/read/506697/akan-terjadi-gerhana-bulan-total--kemenag-ajak-umat-islam-salat-khusuf


Jamaah shalat khusuf "DK" 31/01/2018. 

Khutbah

Jamaah akhwat
*****
Foto: ust.rosa herdiansyah dok.
Bidang Takmir & Ibadah (Endang Suprapto)
Bidang Dakwah & PHBI (Guntur Widodo)

Minggu, 28 Januari 2018

PRIBADI TERBAIK & UTAMA : "KHAIRU UMMAH"

Setiap makhluk diberikan Allah fitrah atau naluri untuk hidup berkelompok. Kelompok-kelompok tersebut dibangun biasanya berdasarkan unsur kesamaan yang mereka miliki. Kelompok makhluk disebut ummat, dan manusia adalah salah satu bentuk kelompok tersebut. Akan tetapi, dari sekian banyak bentuk ummat, dalam al-Qur’an terdapat istilah Khairu Ummah yang berarti umat terbaik sebuah penamaan yang diperuntukan bagi umat Islam. Dalam Al Quran disebutkan :

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ… 

“Adalah kamu sebaik-baik umat yang diutus untuk manusia menyuruh berbuat baik (ma’ruf) dan mencegah dari perbuatan munkar dan beriman kokoh kepada Allah” (QS. Ali ‘Imran: 110)
*****

DK. Taklim ba'da Sholat Subuh, Ahad pagi 28 Januari 2018 diisi oleh pemateri Ust. Guntur dan dimoderatori oleh El Nasri, mengambil pokok bahasan mengenai umat Islam adalah pribadi terbaik dan utama atau khairu ummah. Pribadi atau manusia terbaik menurut standar Allah Ta’ala dan RasulNya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

1. Orang Beriman & Beramal Shalih

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah Sebaik-baik makhluk. (QS. Al Bayyinah: 7)


2. Orang Kaya Tetapi Taat Kepada Allah Ta’ala

وَوَهَبْنَا لِدَاوُودَ سُلَيْمَانَ نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ

Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, Dia adalah sebaik- baik hamba. Sesungguhnya Dia Amat taat (kepada Tuhannya). (QS. Shad: 30)

Bahwa Daud dan Sulaiman adalah Nabi sekaligus Raja yang kaya raya pada masanya. Dan ketaatannya diabadikan oleh Alloh diabadikan pada ayat di atas.


3. Orang Sabar Saat Ditimpa Ujian (Penyakit, Miskin, Musibah)

إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ

Sesungguhnya Kami dapati Dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah Sebaik-baik hamba. Sesungguhnya Dia Amat taat (kepada Tuhan-nya). (QS. Shad: 44)


4. Para Sahabat Nabi & Orang yang Mengikuti Jejak Mereka

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Kalian adalah umat yang terbaik dikeluarkan untuk manusia, memerintahkan yang ma’ruf, mencegah yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS. Ali ‘Imran: 110)

Siapakah umat terbaik dalam ayat ini?

Abdullah bin Abbas Radhiallahu ‘Anhuma mengatakan : 
"Mereka adalah para sahabat nabi yang berhijrah bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dari Mekkah ke Madinah." (Musnad Ahmad No. 2463. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: hasan. Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 6164, katanya: shahih. Disepakati Adz DZahabi)

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah mengatakan:

وَالصَّحِيحُ أَنَّ هَذِهِ الْآيَةَ عامةٌ فِي جَمِيعِ الْأُمَّةِ، كُلُّ قَرْن بِحَسْبِهِ، وَخَيْرُ قُرُونِهِمُ الَّذِينَ بُعثَ فِيهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلونهم، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
Yang benar adalah ayat ini berlaku secara umum bagi semua umat ini (Islam), setiap masing-masing zaman, dan sebaik-baik zaman mereka adalah manusia yang ketika itu pada mereka diutus Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kemudian yang mengikuti mereka, kemudian yang mengikuti mereka. (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 2/94)
Demikianlah generasi sahabat, dan kita pun bisa menjadi khairu ummah sebagaimana mereka jika sudah memenuhi syarat-syarat seperti mereka. Imam Ibnu Jarir, meriwayatkan dari Qatadah, bahwa Umar Radhiallahu ‘Anhu berkhutbah ketika haji:

مَنْ سَرَّه أَنْ يَكُونَ مِنْ تِلْكَ الْأُمَّةِ فَلْيؤدّ شَرْط اللَّهِ فِيهَا
Barang siapa yang suka dirinya menjadi seperti umat tersebut maka penuhilah syarat yang Allah tentukan dalam ayat itu. (Tafsir Ath Thabari, 7/102)
Ayat ini diperkuat oleh hadits berikut:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
Sebaik-baiknya manusia adalah zamanku, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya. (HR. Bukhari No. 2652)

Tentunya maksud manusia pada zaman nabi adalah manusia yang beriman kepadanya di zamannya, yaitu para sahabatnya. Bukan kaum munafiq dan kaum kafir yang hidup di zamannya.


5. Paling Konsisten Terhadap Kewajiban

«إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً»

Sesungguhnya yang terbaik di antara kamu adalah yang paling bagus qadha-nya. (HR. Bukhari No. 2305, Muslim No. 1601, dari Abu Hurairah)

Maksud “qadha” adalah yang paling konsisten menepati kebenaran dan kewajiban yang ada padanya. (Ta’liq Mushthafa Al Bugha, 2/809)


6. Terbaik pada Masa Jahiliyah dan Islam

«فَخِيَارُكُمْ فِي الجَاهِلِيَّةِ خِيَارُكُمْ فِي الإِسْلاَمِ إِذَا فَقُهُوا»

Sebaik-baiknya kalian pada masa jahiliyah adalah yang terbaik di antara kalian pada masa Islam, jika mereka paham agama. (HR. Bukhari No. 3384, dari Abu Hurairah)

7. Paling Bagus Akhlaknya
«إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلاَقًا»
Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya. (HR. Bukhari No. 3559, dari Ibnu Umar, Muslim No. 2321, dari Ibnu Amr. Ini lafaz Bukhari)


8. Mempelajari Al Quran & Mengajarkannya

«خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ»

Sebaik-baiknya kalian adalah yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya. (HR. Bukhari No. 5027, dari Utsman)

9. Manusia Yang Panjang Umur & Amalnya Semakin Baik

” أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِكُمْ؟ “، قَالُوا: نَعَمْ يَا رَسُولَ اللهِ. قَالَ: ” خِيَارُكُمْ أَطْوَلُكُمْ أَعْمَارًا، وَأَحْسَنُكُمْ أَعْمَالًا “

Maukah aku tunjukkan manusia terbaik di antara kalian? Mereka menjawab: “Ya, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Manusia terbaik di antara kamu adalah yang paling panjang usianya dan semakin baik amalnya.” (HR. Ahmad No. 7212, dari Abu Hurairah. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: shahih lighairih. Al Hakim, Al Mustadrak No. 1255, katanya: shahih sesuai syarat Syaikhan (Bukhari-Muslim) )

10. Manusia yang Paling Bermanfaat Bagi Manusia Lainnya

وَخَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. (HR. Ath Thabarani, Al Mu’jam Al Awsath No. 5787. Al Qudha’i, Musnad Syihab No. 129. Dihasankan Syaikh Al Albani. Lihat Shahihul Jami’ No. 6662)

11. Manusia yang Paling Tenang, Khusyu & Tuma’ninah Ketika Shalat

«خِيَارُكُمْ أَلْيَنُكُمْ مَنَاكِبَ فِي الصَّلَاة»
Sebaik-baiknya kamu adalah yang paling lentur bahunya ketika shalat. (HR. Abu Daud No. 672. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani. Lihat Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 672)

Maksud hadits ini adalah mereka yang shalatnya tenang, tuma’ninah, khusyu, tidak menoleh, dan tidak mengganggu bahu saudaranya. (Imam Al Khathabi, Ma’alimus Sunan, 1/184. Lihat juga Imam Al Munawi, Faidhul Qadir, 3/466, Imam Al ‘Aini, Syarh Sunan Abi Daud, 3/221)


12. Suami yang Terbaik Sikapnya Terhadap Istrinya

خيركم خيركم لأهله وأنا خيركم لأهلي
Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik terhadap istrinya, dan aku yang terbaik terhadap istriku. (HR. At Tirmidzi No. 3895, dari ‘Aisyah. Imam At Tirmidzi berkata: hasan shahih. Imam Ibnu Majah No. 1977, dari Ibnu Abbas, Al Baihaqi, As Sunan Al Kubra No. 15699, Ibnu Hibban No. 4177. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’ No. 3314)


13. Manusia yang Tidak Suka Mengusik & Menyakiti Saudaranya


قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ الإِسْلاَمِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «مَنْ سَلِمَ المُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ، وَيَدِهِ»
Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, Islam apakah yang paling utama? Beliau bersabda: “Yaitu orang yang muslim lainnya aman dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari No. 11, Muslim No. 42, dari Abu Musa Al Asy’ari)

Wallahu A’lam



*****
Pemateri : Ust. Guntur
Moderator : El Nasri
Bidang Dakwah & PHBI (Guntur Widodo)

Senin, 22 Januari 2018

"PENGGALANGAN DANA PALESTINA"

DKM DK, Ahad pagi, 21 Januari 2018. Rutin taklim 2 mingguan, setelah Sholat Subuh berjamaah di Masjid Daarul Khairat diselenggarakan taklim Ahad pagi. Pada Ahad pagi kali ini, taklim diisi dengan silaturahmi sekaligus tusiyah  yang disampaikan oleh Syaikh (ulama) Palestina Syeikh Sheeban Al Dahshan Al Hafidz. Didampingi oleh penerjemah, Syeikh diantaranya menyampaikan tentang kondisi Al Aqsa dan Palestina terkini.



Bekerja sama dengan MPA (Masyarakat Peduli Al Aqsa) dari Bandung, pada kesempatan kegiatan taklim tersebut, dilakukan aksi galang dana infaq dari para jamaah untuk ikut membantu masyarakat Muslim Palestina. Kerja sama dengan MPP ini dilakukan untuk menjembatani masyarakat/ jamaah yang sebetulnya ingin membantu saudara muslim Palestina namun tidak tahu bagaimana cara menyalurkannya. Alhamdulillah berhasil dihimpun dana sebesar Rp. 205.150.000,-  yang secara simbolis diserahkan oleh Ketua DKM Daarul Khairaat, Arif Armansyah.

Arif Armansyah : Penyerahan Bantuan
Berita Acara Serah Terima



*****
Bidang Zakat, Infaq, Shadaqah (Agus Riyono)
Bidang Dakwah & PHBI (Guntur Widodo)

Senin, 01 Januari 2018

Kesekretariatan: "RAPAT KERJA, Mengevaluasi 2017 dan Merencanakan 2018"



"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS.Al-Hasyr (59):18).

"Dari Syadad bin Aus r.a, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau berkata, "Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT". (HR. Imam Turmudzi).

Muhasabah berasal dari akar kata hasiba yahsabu hisab, yang artinya secara etimologis adalah melakukan perhitungan. Dalam terminologi syari, makna definisi pengertian muhasabah adalah sebuah upaya evaluasi 
 *****


DKM Daarul Khairat-TRB.
Menutup tahun 2017, Dewan Kemakmuran Masjid Daarul Khairat Taman Raya Bekasi pada Ahad pagi tanggal 31 Desember 2017 menggelar rapat kerja. Forum Raker ini menjadi media mengevaluasi
berbagai program kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang Tahun 2017, sekaligus membahas rencana program untuk tahun 2018.
Rapat Kerja DKM Daarul Khairat: 31/12/2017
 Beberapa agenda kegiatan yang sempat terdokumentasikan pada media sosial diantaranya adalah :
Pada sesi pembahasan Rencana Anggaran Belanja (RAB) program kegiatan Tahun 2018, RAB yang diajukan pengurus adalah sbb :

*****
Selanjutnya, selepas ba'da Isya, dilaksanakan malam muhasabah yang diisi dengan dzikir dan tausiyah. Dzikir dipimpin Ustad Yasin sedangkan tausiyah disampaikan oleh Ustad Sunardi. Muhasabah berasal dari akar kata hasiba yahsabu hisab, yang artinya secara etimologis adalah melakukan perhitungan. Dalam terminologi syari, makna definisi pengertian muhasabah adalah sebuah upaya evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan dalam semua aspeknya

Lewat tengah malam, kegiatan dilanjutkan dengan itikaf dan qiyamul lail ditutup dengan kuliah/taklim ba'da sholat Subuh pada hari Senin, 1 Januari 2018, dengan narasumber/penceramah Ustadz Didin Muhidin, pengisi acara Tsaqofah Islamiyah di Radio Dakta yang dikenal dengan nama Abu Mujahid. (WA/2017)

Taklim ba'da Subuh: 01/01/2018

Masjid/Musholla Taman Raya Bekasi

Masjid/Musholla di Perumahan Taman Raya Bekasi :

1. Masjid Jami Daarul Khairat
Jl. Melati IV Taman Raya Bekasi
RT 08 RW 21 Dusun II Desa Mangunjaya
Kecamatan Tambun Selatan
Kabupaten Bekasi



PEMBINA :
>> Kepala Desa Mangunjaya
>> Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Mangunjaya
>> Kepala Dusun II Desa Mangunjaya
>> Ketua RW 21

DEWAN PENASEHAT :
>> H. Tb. Ito Asep M.
>> Sunardi
>> Indra Nur Alam

KETUA DKM :
>> H. A.S. Junaedi

KETUA I :
>> H.M. Dulfi
Ketua I membawahi bidang-bidang sbb :
Bidang Zakat, Infaq, Shadaqah (Agus Riyono)
Bidang Takmir & Ibadah (Endang Suprapto)
Bidang Dakwah & PHBI (Guntur Widodo)
Bidang Pembinaan Anak, Remaja & Seni Budaya Islam (Rosa Herdiansyah)
Bidang Majelis Taklim (Nana Robiana)

KETUA II :
>> H. Arif Armansyah
Ketua II membawahi bidang-bidang sbb :
Bidang Humas & Publikasi (Musrizal)
Bidang Sosial Kemasyarakatan (Joko Mulyatno)

KETUA III : 
>> H. Sujono
Ketua III membawahi bidang-bidang sbb :
Bidang Pengadaan, Pemeliharaan Aset & Perpustakaan Masjid (Susilo)
Bidang Pembangunan dan Pembangunan (Sartono)
Bidang Keamanan & Ketertiban (Gatot Yuwono)

BENDAHARA :
>> H. In'am

SEKRETARIS :
>> Tasya Yudhistira
>> Achmad Chartim

PANITIA PEMBANGUNAN MASJID :
>> Koordinator : H. Sujono
>> Ketua Pelaksana : Sartono Azis
>> Sekretaris : Swasihono Heriwibowo
>> Bendahara : H. Mulyanto

BADAN KONTAK MAJELIS TAKLIM (BKMT) :
Ketua BKMT : Nana Robiana


*****

2. Musholla Daarussalaam
Jl. Melati X Blok J.2 Taman Raya Bekasi
RT 05 RW 21 Dusun II Desa Mangunjaya
Kecamatan Tambun Selatan
Kabupaten Bekasi


PENGURUS DKM DARUSSALAM
Periode 2018 - 2021

Penasehat:
Ketua RW 21
Ketua RT 05 RW 21

Pembina :
Ust. Sunardi, SE

Ketua :
Aji Pambengkas

Sekretaris :
Bayu Kuswantoro

Bendahara:
1. Adik Ardiansyah
2. Cecep Sofyan

Ibadah & Pelayanan Ummat :
1. Ust. Ruswandi
2. Ust. Ikhsanul Mujahidin

Pendidikan, Dakwah & PHBI :
H. Abdullah
>> Majelis Taklim Bapak-bapak : Oman Abdurrahman
>> Majelis Taklim Ibu-ibu : MT. Miftahul Jannah
>> Remaja Musholla dan PHBI : Agus Suryanto
>> Taman Pendidikan Quran : Ust. Ikhsanul Mujahidin

Pembangunan :
1. Ahmad Zaelani
2. Sartoyo
3. Isman
4. Ruslin Ahmad
5. Pandoyo

Pemeliharaan & Perlengkapan :
1. Jarkum
2. Anggoro
3. Mastur
4. Muhammad Hadiyanto
5. Pino Tedi Atmoko

Humas :
1. Bambang S.
2. Herman Susianto
3. Bambang Junarko
4. Bambang Hariyono

Zakat, Infaq, Shadaqoh & Wakaf :
1. Sukiman
2. Podo Prasetyo
3. Agus Sutrisno
4. Udi K.
5. Parmin
6. Waryono


*****


3. Musholla Istiqomah
Jl. Melati XI Taman Raya Bekasi
RT 07 RW 21 Dusun II Desa Mangunjaya
Kecamatan Tambun Selatan
Kabupaten Bekasi
Ketua DKM : Ngadiman



*****


4. Musholla Ar-Raudhah 
RT 13 RW 21 Cluster Grand Taman Raya
Perumahan Taman Raya Bekasi
Dusun II Desa Mangunjaya
Kecamatan Tambun Selatan
Kabupaten Bekasi
Ketua DKM : Ferry Alamsyah


*****


5. Masjid Al Hidayah
RW 22 Taman Raya Bekasi
Dusun II Desa Mangunjaya
Kecamatan Tambun Selatan
Kabupaten Bekasi



Profil DKM Daarul Khairat


بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang 



STRUKTUR ORGANISASI

Struktur organisasi Dewan Kemakmuran Masjid Daarul Khairat ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Desa Mangunjaya Nomor : 141/16/VI/ 2015 tanggal 6 Juni 2015 tentang Struktur Organisasi DKM Daarul Khairat 2015-2019.



PEMBINA :
  1. Kepala Desa Mangunjaya 
  2. Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Mangunjaya 
  3. Kepala Dusun II Desa Mangunjaya 
  4. Ketua RW 21


DEWAN PENASEHAT :
  1. H. Tb. Ito Asep M. 
  2. Sunardi 
  3. Indra Nur Alam

KETUA DKM :

>>  H. A.S. Junaedi


KETUA I :
>> H.M. Dulfi
Ketua I membawahi bidang-bidang sbb :
  1. Bidang Zakat, Infaq, Shadaqah (Agus Riyono)
  2. Bidang Takmir & Ibadah (Endang Suprapto)
  3. Bidang Dakwah & PHBI (Guntur Widodo)
  4. Bidang Pembinaan Anak, Remaja & Seni Budaya Islam (Rosa Herdiansyah)
  5. Bidang Majelis Taklim (Nana Robiana)

KETUA II :
>> H. Arif Armansyah
Ketua II membawahi bidang-bidang sbb :
  1. Bidang Humas & Publikasi (Musrizal)
  2. Bidang Sosial Kemasyarakatan (Joko Mulyatno)

KETUA III : >> H. Sujono
Ketua III membawahi bidang-bidang sbb :
  1. Bidang Pengadaan, Pemeliharaan Aset & Perpustakaan Masjid (Susilo)
  2. Bidang Pembangunan dan Pembangunan (Sartono)
  3. Bidang Keamanan & Ketertiban (Gatot Yuwono)

BENDAHARA : 

>> H. In'am


SEKRETARIS :

  1. Tassa Yudistira
  2. Achmad Chartim
❋❋❋❋❋

PANITIA PEMBANGUNAN MASJID :
Sejak tahun 2008 sampai dengan hari ini, Majid Jami Daarul Khairat masih terus melakukan pengembangan / pembangunan fisik. Panitia pembangunan masjid adalah sbb :

> Koordinator : H. Sujono
> Ketua Pelaksana : Sartono Azis
> Sekretaris : Swasihono Heriwibowo
> Bendahara : H. Mulyanto

2008 

2018 


❋❋❋❋❋


BADAN KONTAK MAJELIS TAKLIM (BKMT)

Ketua BKMT : Nana Robiana


(....dalam proses pengumpulan bahan.......)