Rabu, 27 April 2022

Buka Puasa Bersama & Syukuran Program SeHaTi

TRB-Bekasi. Program "SeHaTi Belajar Bersama & Berbagi" menyelenggarakan acara silaturahim, buka bersama dan syukuran atas keberhasilan Tim Marawis SeHaTi meraih juara pertama pada "Wonderful Ramadhan" yang diselenggarakan oleh Ikatan Remaja Masjid Izzatul Islam Perum Grand Wisata Bekasi.

Acara ini dihadiri oleh Ketua DKM DK (H. Arif Armansyah), perwakilan pengurus DKM DK (Ust. Ansori dan H. Inam) dan anak-anak beserta para orang tuanya. Bertempat di lapangan olah raga RT 04 RW 021 di boulevard Perum Taman Raya Bekasi.
Rangkaian acara diisi dengan kegiatan :
  • Bersih-bersih area lapangan olahraga
  • Penampilan "SeHaTi Marawis Keren"
  • Sambutan Ketua DKM Daarul Khairat
  • Kultum oleh Ustadz Jaka dilanjutkan Sholat Maghrib berjamaah
  • Buka Puasa Bersama
  • Silaturahim & diskusi ringan
  • Doa penutup


Kika : 
Ust. Dedy Sulin, H. Arif Armasyah, Ust. Jaka, H. I'nam, Ust. Anshori 


Sambutan dari Ketua DKM DK - H. Arif Armansyah


Bagi-bagi THR  : 😊

Kultum

Setelah Ifthor Jama'i dilanjutkan Shalat Maghrib Berjamaah



_______
Sumber : Dok SeHaTi 1443/2022


Ikuti beritanya di link terkait berikut ini :

4 Golongan yang Dirindukan Surga

 

Oleh 
Ust. Sahal Fadli
Kultum Ba'da Isya - 25 Ramadhan 1443 

*****
Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam bersabda yang diriwayatkan Ibnu Abbas radhiyallahu'anhu, dalam hadits:

‎الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَالِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ
"Surga merindukan empat golongan: orang yang membaca Al-Qur'an, menjaga lisan (ucapan), memberi makan orang lapar dan puasa di bulan Ramadhan (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

*****
Ada 4 golongan orang/manusia yang dirindukan oleh surga, yaitu :

1. Orang yang Membaca Al-Qur’an
Golongan pertama adalah orang-orang yang lisannya senantiasa digunakan untuk membaca kalam Allah.

"Bacalah Al-Qur'an, karena dia akan datang pada hari kiamat sebagai pembela (pemberi syafaat) bagi orang yang mempelajari dan menaatinya." (HR. Muslim).

Oleh karena itu menjadi keutamaan dan penting bagi para orang tua untuk mengenalkan serta mengajarkan kepada anak-anaknya membaca Al-Qur'an. Al-Qur'an akan menjadi bekal bagi anak-anak, menjadi petunjuk menjalani kehidupan yang benar di masa depan juga untuk meningkatkan harkat orang tua di hadapan Allah di akhirat kelak. Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjamin keberkahan di akhirat bagi orang tua yang anaknya membaca dan mengamalkan Al-Qur'an.

2. Orang yang Menjaga Lisan (Wa haafizhul-Lisan)
Golongan kedua yang dirindukan oleh surganya Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah orang-orang yang menjaga lisannya.
Berhati-hatilah dengan mulut/lisan kita karena sebuah ucapan bisa menjerumuskan kita ke dalam api neraka. Menjaga lisan dengan tidak berbicara/mengucapkan perkataan yang dapat menyakiti orang lain.

Suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam, ditanya, "Siapakah Muslim yang paling utama?" Beliau menjawab, "Orang yang bisa menjaga lisan dan tangannya dari berbuat buruk kepada orang lain." (HR. Bukhari).

3. Orang Memberi Makan Kepada Orang yang Kelaparan (Wa muth’imul-ji’aan) 

4. Orang yang Berpuasa di Bulan Ramadhan (Wa shoimiin fii syahri Romadhon)
______________
DK - Ramadhan 1443 H

Artikel Terkait :

Minggu, 24 April 2022

Tim Marawis Remaja Daarul Khairat Raih Juara 1



Grand Wisata - Bekasi.
Tim Marawis Remaja Islam Masjid Daarul Khairat berhasil meraih Juara 1 pada gelaran "Wonderful Ramadhan 2022" yang diselenggarakan oleh Ikatan Remaja Masjid Izzatul Islam - IRMAIS Perumahan Grand Wisata Bekasi. 
Setelah lolos seleksi 3 besar sebelumnya, maka pada Ahad 24 April 2022 (22 Ramadhan 1443) Tim diundang tampil dalam putaran final oleh panitia untuk mengikuti penjurian penentuan juara. 
Dengan didampingi pembimbing Ust. Dedy Sulin ST, dari hasil penjurian berhasil meraih juara pertama.  

Selain membawa pulang piala sebagai hadiah, Tim juga berhak mendapat uang pembinaan sebesar Rp 4.000.000,- dari Panitia Penyelenggara. 







Berikut ini adalah komposisi-formasi "Tim SeHaTi Marawis Kerenn Daarul Khairat" :

Pembina: Dedy Sulin ST

A. Vocal
     1. Ratu Arissa Salwazahra
     2. Az Zahra Syifa Fitria 
     3. Irdha Ainun nur

B. Baris Alat
     4. Muhammad Al Fatar Rafa'i
     5. Arfandi Khairul Ikram
     6. Alif Ravaibnu Adicandra

C. Baris Keplak Tanya
     7. Sri Yeni
     8. Putra Adi Pratama 
     9. Syifa Ayudia Rahmat
    10. Kartika Hafsah Najwa Ismi

D. Baris Keplak Jawab
    11. Alya Nafisah
    12. Nurul Shafa Kamilah 
    13. Abdul Dzul Zamzami Ritonga
    14. Earendra Kinanty Mulya Khanza

Melalui jejaring sosial, pembina Ustad Dedy Sulin ST mengucapankan terima kasih atas dukungan-support dari segenap pengurus DKM dan para jamaah Masjid Daarul Khairat serta para orang tua.

_____
Sumber foto/dok: 
Ust. Dedy Sulin


Artikel Terkait :

SeHaTi 3B=Sukses Hebat Terpuji Belajar Bersama & Berbagi (klik di sini)

Tim Marawis Remaja Daarul Khairat Raih Juara 1 - Wonderful Ramadhan 2022 Grand Wisata Bekasi (klik di sini)




Kamis, 21 April 2022

PAUDQu Daarul khairat Memperingati Hari Kartini

DK TRB. Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Al Qur'an - PAUDQu Daarul Khairat memperingati "Hari Kartini" pada Kamis 21 April 2022 yang bertepatan dengan 19 Ramadhan 1443 H. 





*****


Artikel terkait :




Rabu, 20 April 2022

Ramadhan Bulan Pengampunan

oleh 
Ust. Firman - Kultum Ba'da Isya 
Rabu 18 Ramadhan 1443


*****


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Q.S. Al Baqarah: 183)


*****

Perintah berpuasa sudah ada sejak dahulu, sebelum Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam diutus. Namun untuk umat Nabi Muhammad diberikan keutamaan yang lebih dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala, yaitu pada bulan kesembilan atau bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan rahmat Allah melebihi bulan-bulan lainnya 
(baca juga: Keutamaan & Keistimewaan Puasa Ramadhan).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni". (H.R. Bukhari dan Muslim).

kemudian hadits berikutnya adalah:
 
"Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni."  (H.R. Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Barang siapa yang pada malam lailatul qadar mengerjakan ibadah dan berdoa dengan penuh keimanan yang dipersembahkan semata-mata untuk Allah, akan diampuni dari segala dosanya yang terdahulu dan yang akan datang." (H.R. A
hmad dan Thabrani).



اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ

"Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran pada malam lailatul qadar, tahukah engkau apakah malam lailatul qadar itu? Malam lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala urusan, Sejahteralah malam itu hingga terbit fajar." (Q.S. Al Qadr: 1-5).



*****

Pengampunan dosa dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah apabila bulan Ramadhan telah sempurna (29 atau 30 hari). Dengan sempurnanya bulan Ramadhan, seseorang akan mendapatkan pengampunan dosa yang telah lalu dari
puasa wajib dan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) yang dikerjakan serta amaliyah lain yang dikerjakan (membaca Al-Quran, bersedekah, i'tikaf).

Sehingga diakhir Ramadhan dengan mengharap ridha Allah Subhanahu Wa Ta'ala kita berharap mendapat pengampunan - dihapuskan dari dosa-dosa, kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya. Fitrah.


_______

DK - Ramadhan 1443 H



Artikel terkait :

Minggu, 17 April 2022

Pesantren Ramadhan 1443 H




DK - Ahad, 15 Ramadhan 1443 / 17 April 2022 


*****











*****







_____

Dok. Panitia Ramadhan 1443

Jumat, 15 April 2022

Info Panitia Zakat Fitrah DK 1443 H

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Berikut kami informasikan besaran zakat fitrah untuk masjid Daarul Khairat, ukuran  volume zakat berat berdasar dari Baznas yaitu 3,5 liter, sedangkan harga per liter dengan beras Rp 1.000,-/liter.

--------

Sumber : Panitia Ramadhan 1443 DK

Rabu, 13 April 2022

Keutamaan & Keistimewaan Puasa Ramadhan

Oleh: Ust. Abdul Kholik
Kultum Ba'da Isya
Rabu 11 Ramadhan 1443

Dikisahkan dalam kitab Durratun Nasihin, pada suatu ketika Nabi Musa 'alaihissalam bermunajat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dalam munajat itu, Nabi Musa berdialog, 
"Ya Rabb, adakah hamba yang Kau muliakan sebagaimana Engkau memuliakan aku yang dapat berdialog dengan-Mu secara langsung?"

Allah Subhanahu wa Ta'ala menjawab, 
"Wahai Musa, sesungguhnya Aku memiliki hamba-hamba di akhir zaman (umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallamyang kedudukannya Aku muliakan dengan bulan Ramadhan dan Aku akan lebih dekat kepada mereka dari (pada) engkau."
"Ketahuilah, sesungguhnya jarak kedekatan antara Aku dan dirimu masih terdinding oleh 70.000 hijab. Namun pada saat umat Muhammad berpuasa (Ramadhan), maka jadilah jarak-Ku lebih dekat dengan mereka melebihi kedekatan antara Aku dan dirimu wahai Musa."

*****

Q.S. Al Baqarah: 183-185

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
183. Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

184. (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

185. Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.

Kewajiban puasa Ramadhan berlaku bagi orang yang beriman, berakal sehat dan sehat jasmani, baligh/dewasa, menetap/tidak dalam perjalanan dan bagi wanita tidak sedang haid dan nifas.
Bagi yang tidak mampu menjalankan karena sakit atau safar (dalam perjalanan), termasuk bagi wanita sedang haid dan nifas (masa setelah melahirkan)harus mengganti puasanya sebanyak  hari yang ditinggallkan pada hari yang lain di luar Ramadhan.

Keutamaan berpuasa ditandai dengan disediakannya salah satu pintu di surga dari delapan pintu yang ada, khusus bagi orang yang berpuasa yaitu pintu Ar Rayyan.
 
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ – رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ  فِى الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ 

Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Surga memiliki delapan buah pintu. Di antara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Ar Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa” (HR. Bukhari).
_____
DK dok.Ramadhan 1443)


Halaman terkait :

Minggu, 10 April 2022

Orang Bertakwa Selalu Berhati-hati dalam Menjalani Kehidupan

Oleh Ust. Mulyadi, S.Pd.I


Suatu ketika Umar bin Khattab bertanya kepada Ubay, "Wahai Ubay, apa makna takwa?"
Ubay yang ditanya justru balik bertanya, "Wahai Umar, pernahkah engkau berjalan melewati jalan yang penuh duri?"
Umar menjawab, "Tentu saja pernah"
"Apa yang engkau lakukan saat itu, wahai Umar?" lanjut Ubay bertanya.
"Tentu saja aku akan berjalan hati-hati," jawab Umar.
Ubay lantas berkata, "Itulah hakikat takwa."

Dari percakapan dua sahabat tersebut bahwa menjadi orang bertakwa hakikatnya menjadi orang yang berhati-hati. Berhati-hati dalam menjalani kehidupan di dunia. Agar kita tidak terperosok melakukan perbuatan yang dilarang Alloh Subhanahu wa ta'ala dan tetap berjalan sesuai dengan petunjuk Alloh Subhanahu wa ta'ala, karena itulah sebaik-baik bekal yang akan menyelamatkan kita dari penderitaan dan kesengsaraan di alam akhirat. Itulah takwa.


Kisah Lampu Sang Khalifah 

Sikap hati-hati sebagai perwujudan dari derajad ketakwaan pada diri seseorang, dicontohkan oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz.
Dikisahkan bahwa suatu malam, saat baru selesai mengerjakan tugas pekerjaan sebagai pejabat negara, Khalifah Umar bin Abdul Aziz kedatangan tamu. Kepada tamunya beliau bertanya maksud kedatangannya. Jika terkait urusan negara, maka beliau akan menerima tamunya dengan menyalakan lampu yang merupakan fasilitas dari negara. Namun, jika keperluan sang tamu untuk urusan pribadi, maka beliau akan mematikan lampu dan menggantinya dengan lampu pribadi.

Sang tamu bertanya, mengapa khalifah berbuat demikian. Umar menjawab, cahaya lampu saat menjalankan tugas-tugas kenegaraan adalah milik negara. Karena itu, kalau urusannya untuk kepentingan pribadi, dia akan mematikannya dan menggantinya dengan lampu pribadi miliknya.
Namun, jika urusan tamu itu ada keperluan untuk urusan negara, dia akan menggunakan cahaya lampu negara untuk kepentingan negara dan bukan untuk kepentingan pribadi.

Dalam kisah tadi, betapa Khalifah Umar bin Abdul Aziz sebagai seorang pejabat negara sangat berhati-hati dalam mengemban amanah-menjalankan tugas-tanggung jawabnya. Beliau tidak mau terperosok menggunakan sesuatu yang bukan haknya. Pada masa kekhalifan beliau dikenal sebagai pemimpin yang paling adil dan tegas dalam melaksanakan hukum Alloh.


Kisah Abu Dujanah dan Pohon Kurma

Terdapatlah seorang sahabat Nabi bernama Abu Dujanah. Setiap usai menjalankan ibadah sholat Subuh  berjamaah di masjid, Abu Dujanah selalu terburu-buru pulang tanpa menunggu pembacaan doa oleh Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam ketika selesai shalat. Hingga suatu saat Nabi bertanya kepadanya, "Hai, apakah kamu tidak punya permintaan yang perlu kamu sampaikan kepada Alloh sehingga kamu tidak pernah berdoa setelah selesai melaksanakan sholat. Kenapa kamu selalu terburu-buru pulang ? Ada apa ?"

Abu Dujanah menjawab, “Ya Rasulullah, saya punya satu alasan"
"Apa alasanmu? Coba kamu utarakan!” lanjut Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam.
"Rumah kami berdampingan persis dengan rumah seorang laki-laki. Nah, di pekarangan rumah milik tetangga kami ini, terdapat pohon kurma yang lebat buahnya. Setiap malam, kurma-kurma tetanggaku tersebut berjatuhan, dan beberapa mendarat-jatuh di halaman rumah kami."
"Yaa Rasul, kami keluarga yang miskin. Anak-anak saya sering kelaparan - kurang makan. 
Saya takut saat anak-anak saya bangun di pagi hari, menjumpai kurma-kurma yang berserakan di halaman rumah kami lalu mereka memakannya. Oleh karena itu, setelah selesai sholat Subuh, saya selalu bergegas pulang sebelum anak-anak terbangun dari tidurnya.
Saya bergegas pulang untuk mengumpulkan kurma-kurma yang berceceran tersebut, lalu saya kembalikan kepada pemiliknya."

"Satu saat, pernah agak terlambat pulang dari masjid. Saya menemukan anak saya yang sudah terlanjur memakan kurma hasil temuannya. Tampak ia sedang mengunyah kurma basah di dalam mulutnya yang ia pungut di tanah di halaman rumah kami."
"Mengetahui hal itu, saya memasukan jari-jari tangan ke dalam mulut anak tersebut. Saya keluarkan kurma yang ada di dalam mulutnya."
Saya katakan, "Nak, janganlah kau permalukan ayahmu di akhirat kelak." 
Anak saya lalu menangis, kedua matanya mengalirkan air karena sangat kelaparan.

Saya katakan kembali kepadanya, "Hingga nyawamu lepas pun, ayah tidak akan rela meninggalkan harta haram dalam perutmu. Seluruh isi perut yang haram itu, akan ayah keluarkan dan kembalikan bersama kurma-kurma yang lain kepada pemiliknya yang berhak."

Kisah ini menceritakan sahabat Abu Dujanah sebagai kepala keluarga berhati-hati dalam menjaga keluarga/anak-anaknya dari nafkah - penghasilan dan atau asupan makanan yang haram. 


*****

ثُمَّ نُنَجِّى الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَّنَذَرُ الظّٰلِمِيْنَ فِيْهَا جِثِيًّا
Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut.
(Q.S. Maryam ; 72)



*****
Kultum Ba'da Isya menjelang Tarawih
(Ahad 8 Ramadhan 1443)


Halaman terkait :


Sabtu, 02 April 2022

Daarul Khairat Sambut Ramadhan 1443 H

DK - Sambut Ramadhan 1443 malam pertama dengan sholat Isya berjamaah dilanjutkan dengan sholat Tarawih pada Sabtu malam 02 April 2022. Diawali dengan sambutan dan pembukaan oleh Ketua DKM yang diwakili oleh H. Sartono.

Kemudian dilanjutkan penyampaian laporan Panitia Pelaksana Ramadhan yang diwakili oleh Ahmad Chartim (Sekretaris Panitia) diantaranya menyampaikan agenda Ramadhan 1443 H sbb :

  1. Tarhib menyambut Ramadhan (27 Maret 2022);
  2. Kultum setiap menjelang Sholat Tarawih;
  3. Khotmil Qur'an (17 April 2022 / 15 Ramadhan 1443) 
  4. Nuzulul Qur'an (18 April 2022 / 16 Ramadhan 1443);
  5. Pesantren Kilat (24 April 2022 / 22 Ramadhan 1443); 
  6. Pengumpulan Zakat Fitrah & Mal serta infaq/shodaqoh (dimulai 10 hari sebelum Idul Fitri);
  7. Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawwal 1443 H;  
Jadwal Tarawih 
(Imam, bilal, kultum)


Jadwal I'tikaf  Ramadhan 1443 H


Setelah sambutan pembuka dan laporan oleh panitia, dilanjutkan kultum dengan pemateri Ust. Abdul Khaliq dan sholat Tarawih berjamaah.

*****

Susunan Panitia Ramadhan 1443 H Masjid Jami Daarul Khairat :

I.      Penanggung Jawab : 
            Ketua DKM - H. Arif Armansyah

II.    Penasehat :
            Penasehat 1 : Ust. Ansori
            Penasehat 2 : H. Sartono
            Penasehat 3 : H. S Heri W
            Penasehat 4 : H. Is Nugroho


III. Panitia Pelaksana
           Ketua          :  A. Basith Ahmad
           Sekretaris   :  A. Chartim
           Bendahara  :  Hermaedi


IV. Seksi-seksi
        1. Seksi Acara : Ust. Rosa Herdiansyah
    a. Tarhib : Ummul K & Anna Noviyanti
    b. Tarawih & Kultum : Ust. Tugiono & Ust. Guntur
    c. Nuzulul Qur’an : Ust. Abdul Khaliq
    d. Zakat & Infaq : Ust. Abdul Khaliq
    e. Pesantren Kilat : Ust. Guntur & Ust. Rosa Herdiansya
    f. I’tikaf : Ust. Abdul Khaliq
    g. Idul Fitri & Malam Takbir : Ust. Tugiono
    h. Ta’jil : Ust. Jimmy

        2. Seksi Perlengkapan : Ust. Tugiono
        3. Seksi Konsumsi : Ummul K.
        4. Seksi Dokumentasi : Adrian
        5. Seksi Humas : Momon



______
Sumber: Panitia Ramadhan 1443_DK

Sabtu, 01 Januari 2022

PAUDQu Daarul Khairat

  • Nomor Statistik Sekolah (NSS Kemenag) : 402232160175
  • Nomor Pokok Sekolah Nasional (NSPN) Kemendikbud : 70014933

*****

PAUDQu Daarul Khairat adalah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur'an di bawah binaan DKM Masjid Jami Daarul Khairat. 

Berdiri dan mulai menerima peserta didik pada pada awal tahun 2022 dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 70014933.


PAUDQu Daarul Khairat mendapat izin pendirian di bawah naungan Kementerian Agama RI dengan SK Pendirian Nomor : 9700/Kk.10.16/3/PP.00.7/10/2021.