Minggu, 18 Maret 2018

SAMBUT RAJAB sebagai WAKTU untuk "MENANAM" (Taklim Rutin Ahad Malam)

Oleh : 
Ust. Deden Hidayat


بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menzhalimi (menganiaya) diri kalian dalam bulan yang empat itu."
(Q.S. At-Taubah: 36)

*****

Dalam kitab tafsir Ath-Thabari disebutkan terdapat empat bulan dalam bulan haram yang dimaksud ayat tersebut. Yakni Dzulkaidah, Dzulhijah, Muharram, dan Rajab.
Penafsiran tersebut sesuai dengan apa yang pernah dikatakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sebuah hadis:
"Sesungguhnya zaman ini telah berjalan (berputar), sebagaimana perjalanan awalnya ketika Allah menciptakan langit dan bumi, yang mana satu tahun ada 12 bulan. Di antaranya ada empat bulan haram, tiga bulan yang (letaknya) berurutan, yaitu Dzulkaidah, Dzulhijah, dan Muharam. Kemudian Rajab yang berada di antara Jumadil (Akhir) dan Sya'ban." (HR Bukhari dan Muslim)

********

"BULAN HARAM"

Taklim rutin usai sholat Maghrib berjamaah pada Ahad 18 Maret 2018 hari ini, bertepatan dengan malam tanggal 1 bulan Rajab 1439 H.
Pada taklim kali ini, kita diingatkan untuk bersiap memasuki bulan Rajab, salah satu dari empat bulan haram.

Ada dua akar kata haram :
Pertama,  kata haram (حرام) diturunkan dari kata haruma yahrumu (حَرُمَ – يَـحْرُمُ) yang artinya terlarang, terlarang untuk dilakukan (al-mamnu’ min fi’lih).
Kedua, kata haram ditarik dari kata al-ihtiram, yang artinya kehormatan (al-Mahabah).

"Kata al-Hurmah (haram) artinya sesuatu yang tidak boleh dilanggar. Kata al-Hurmah juga diartikan al-Mahabah (kehormatan). Diturunkan dari kata al-Ihtiram. Seperti kata al-Furqah dari al-Iftiraq. (al-Misbah al-Munir, 2/357).

Jadi sekalipun asal katanya berbeda, namun sebenarnya memiliki keterkaitan. Sesuatu yang terlarang disebut haram, karena jika itu dilakukan, berarti melanggar kehormatan yang melarangnya, yaitu Allah Subhanahu wa Ta'ala.

.....maka janganlah kalian menzhalimi (menganiaya) diri kalian dalam bulan yang empat itu. (At-Taubah: 36)

*******
Bulan Rajab merupakan bulan ke-7 (tujuh) dalam kalender Islam Hijiriyyah.
  1. Muharram
  2. Shafar
  3. Rabi'ul Awwal
  4. Rabi'ul Akhir
  5. Jumadil Awwal
  6. Jumadil Akhir
  7. Rajab
  8. Sya'ban
  9. Ramadhan
  10. Syawal
  11. Dzulqa'dah/Dzulkaidah
  12. Dzulhijjah
Ustadz Deden Hidayat menyampaikan bahwa tidak ada dalil untuk amalan atau ibadah yang dikhususkan di bulan Rajab. Beliau mengajak kepada para jamaah untuk memperbanyak dan memperbaiki berbagai amal kebaikan/ ibadah di bulan Rajab. Memperbanyak dan memperbaiki berbagai amalan atau ibadah ini dilakukan sebagai upaya dalam memperbanyak amal kebaikan yang kita 'tanam'. Dengan harapan 'tanaman' amal kebaikan kita akan semakin tumbuh subur di bulan Sya'ban. Dan pada akhirnya, kita akan dapat 'memanen' pengampunan dari Allah ta’ala di bulan Ramadhan.

Sebagaimana dinukil dari Kitab Lathaiful Ma’arif :
"Rajab adalah bulan untuk menanam. Sya’ban adalah bulan untuk menyirami (tanaman). Dan Ramadhan adalah bulan untuk memanen (tanaman).”

*******

"MENYEGERAKAN, MEMPERBANYAK & MEMPERBAIKI BERBAGAI AMAL KEBAIKAN"

Terkait dengan anjuran agar kita memperbanyak dan memperbaiki berbagai amal kebaikan di bulan Rajab, sebagai upaya dalam 'menanam kebaikan', pemateri Ustadz Deden Hidayat menyampaikan doa sbb :
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang senantiasa mendirikan sholat, wahai Tuhan kami, perkenankanlah doaku." (Q.S. Ibrahim: 40)

Selanjutnya kiat saat kita memanjatkan doa dan mengerjakan amal shaleh adalah seperti dicontohkan oleh Nabi Zakaria alaihissalam :
  1. Berdoa dengan lembut dan sepenuh hati berharap kepada keridhoan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
  2. Ikhlas, berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
  3. Selalu menyegerakan diri dalam beramal shaleh/ berbuat kebaikan.
وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
"Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik." (Q.S. Al-Anbiya :89)

Doa di atas diucapkan Nabi Zakaria alaihissalam saat sudah mencapai usia senja sedangkan belum dikaruniai anak. Beliau merasa sedih melihat umatnya tidak mengikuti seruan iman dan merasa hidup sendirian di tengah-tengah banyaknya manusia yang ingkar terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dalam suasana seperti itu, Nabi Zakaria alaihissalam memohon dengan suara yang lembut pada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar dikarunia seorang putra saleh yang akan menjadi pewarisnya dalam ajaran tauhid dan iman untuk memimpin umatnya setelah beliau wafat.

Dalam doa ini, sekiranya Allah tidak mengabulkan doanya, yakni memberi keturunan, Zakaria menyerahkan dirinya kepada Allah sebab Allah adalah ahli waris yang terbaik.

Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabulkan doa Zakaria alaihissalam sehingga istrinya dapat mengandung, selanjutnya dijelaskan dalam ayat berikutnya bahwa :
فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَىٰ وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ
"Mereka selalu bersegera dalam mengerjakan kebaikan dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami" (Q.S. Al-Anbiya: 90)

Wallahu a’lam
*******

Taklim Ahad Malam (Minggu, 18/3/2018)
Pemateri : Ust. Deden Hidayat
Rangkuman/Editor : Abu Zaidan/WA

"TABUNGAN QURBAN 1439 H" Daarul Khairat

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
Segala puji bagi Allah yang hanya kepadaNya kami memuji, memohon pertolongan, dan mohon keampunan. Kami berlindung kepadaNya dari kekejian diri dan kejahatan amalan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkan, dan barang siapa yang tersesat dari jalanNya maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Dan aku bersaksi bahwa tiada sembahan yang berhak disembah melainkan Allah saja, yang tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan RasulNya

أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada Nabi Muhammad, beserta keluarga dan  para sahabat semuanya

❊❊❊❊❊

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Semoga keselamatan dan rahmat Allah, serta keberkahan-Nya terlimpah kepada Anda

DKM Daarul Khairat membuka kesempatan bagi para jamaah yang berniat melaksanakan ibadah Qurban 1439 H dengan bergabung bersama program :

TABUNGAN QURBAN

Hewan Qurban berupa Sapi
1 (satu) ekor sapi merupakan qurban dari 7 orang peng-qurban
Qurban satu ekor sapi untuk 7 orang ditetapkan sebesar :

Rp 2,9 juta/orang

untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi :

Tasa Yudistira (HP/WA 081315565647)
Agus Riono (HP/WA 089638438049)




وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sabtu, 17 Maret 2018

Ekstrakurikuler : "Bahasa Jepang untuk Anak"

DK. Mengambil kesempatan taklim malam minggu untuk anak dan remaja, materi Bahasa Jepang (Nihongo) diberikan oleh pemateri Elnasri.

17/3/2018


Materi ini diberikan dengan tujuan memberikan wawasan pengetahuan, khususnya bahasa, kepada anak-anak. Selain untuk memperkaya wawasan anak, variasi materi yang diberikan pada taklim anak dan remaja ini juga bertujuan agar anak tidak bosan atau jenuh mengikuti majelis belajar. Sehingga harapan dari para pembina adalah, anak akan terus tertarik mengikuti kegiatan-kegiatan positif, mengisi waktu di malam liburan (malam minggu).

Elnasri, pemateri pada sesi malam minggu kali ini adalah jamaah dari Masjid DK. Beliau memiliki ketrampilan menguasai beberapa bahasa asing, salah satunya Bahasa Jepang.
"Seru!": practice session


Materi Bahasa Jepang yang disampaikan bersifat pengenalan dengan kosakata yang akrab dengan dunia anak-anak.
Seperti misalnya :

Ini = kore wa ci
Itu = sore wa
Buku = hon
Pensil = enpitsu
Sepatu = kutsu

Roti ini enak = kore wa pan oishidesu

Daftar hadir : Diikuti oleh lebih 30 anak 



Taklim Anak & Remaja, Sabtu, 17/3/2018
Pemateri : Elnasri 
Moderator & rangkuman : Tassa Yudistira
Dok. Foto : Tassa Yudistira