Minggu, 20 Mei 2018

Melejitkan Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual di Bulan Ramadhan

Oleh :
Ust. Didin Muhidin, M.Ag


❊❊❊

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa...(Q.S. Al Baqarah: 183)

❊❊❊❊❊


DK - Kuliah Subuh di Ahad pertama Ramadhan 1439 H diisi oleh pemateri Ustad Didin Muhidin, M.Ag. Materi yang dibawakan adalah bagaimana meningkatkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual di bulan Ramadhan.

Bulan Ramadhan merupakan salah satu nama dari bulan dalam kalender hijriyyah (bulan qamariyah), satu-satunya nama bulan yang disebut secara eksplisit dalam Al Quran:  

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (Q.S. Al Baqarah: 185)

Shaum atau puasa adalah ibadah yang tidak dapat dimasuki unsur riya, karena tiada yang mengetahuinya kecuali Allah subhanahu wa ta'ala. Berbeda dengan ibadah yang lain, yang nampak atau dapat dilihat oleh orang lain, seperti: shalat, sedekah, dzikir, ibadah haji dan sebagainya. Adakalanya ibadah-badah tersebut dikerjakan karena ingin mendapat sanjungan dari orang lain, misal supaya disebut sebagai orang yang shaleh, banyak ibadah, dermawan dan lain sebagainya. 
Sedangkan ibadah shaum atau puasa adalah sesuatu yang rahasia. Rahasia antara hamba dengan Rabbnya. Niat melaksanakan shaum adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa Ta’ala. Dan hal ini adalah suatu perkara yang tidak diketahui secara persis kecuali oleh Allah. 
Oleh sebab itu keutamaan ibadah puasa adalah erat hubungannya dengan kesucian jiwa dan keikhlasan hati.

*****

"Puasa Ramadhan bukan sekedar menahan lapar dan dahaga serta aktifitas hubungan suami-istri sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Puasa Ramadhan merupakan ajang atau media melatih diri meningkatkan kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual", buka Ustadz Didin mengawali taklim ba'da Subuh pagi ini.
  
"Mengapa shaum atau puasa di bulan Ramadhan dapat meningkatkan kecerdasan emosi kita?"


Saat kita melaksanakan shaum atau puasa, selain menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa, kita juga harus mampu menahan emosi. Aspek-aspek kecerdasan emosi yang dilatih meliputi :
  • Kemampuan mengenali diri sendiri
  • Kemampuan mengendalikan diri sendiri
  • Kemampuan mengenali perasaan orang lain (empati)
  • Kemampuan membangun hubungan baik dengan orang lain (kecerdasan sosial)
  • Kemampuan memotivasi diri sendiri
Shaum atau puasa di bulan Ramadhan (selama 29 hingga 30 hari) merupakan media proses melatih diri yang tepat untuk meningkatkan kecerdasan emosi kita.
Penelitian ilmiah menyebutkan bahwa perubahan perilaku atau kebiasaan seseorang akan terjadi setelah pengulangan yang ke-25 kali.

>> Puasa Ramadhan akan melatih kita melakukan tahap mengenali diri sendiri. 
Saat tubuh merasakan lapar dan haus, kita menjadi sadar dan tahu bahwa sejatinya kita bukanlah siapa-siapa kecuali seorang hamba yang lemah tidak berdaya, tanpa pertolongan dari Dzat Yang Maha Perkasa, Allah 'Azza wa Jalla. Sehingga akan melatih kita menjadi pribadi yang rendah hati, tahu diri, tidak sombong dan tidak angkuh.

>> Puasa Ramadhan akan melatih kita untuk mengendalikan diri sendiri. 
Meskipun yang membatalkan puasa adalah makan dan minum dengan sengaja, namun jika selama menahan lapar dan dahaga kita gagal mengendalikan emosi atau amarah, maka gugurlah pahala puasa kita. Yang didapat hanyalah sekedar haus dan lapar alias sia-sia belaka.

>> Puasa Ramadhan akan melatih kita mengenali perasaan orang lain (empati).
Karena saat kita merasakan betapa perihnya perut saat lapar dan betapa keringnya tenggorokan ketika haus, disitu kita akan merasakan bagaimana jika kondisi ini terjadi setiap saat kepada orang-orang yang miskin, kaum dhuafa dan kalangan fakir.

>> Puasa Ramadhan akan melatih kita membangun/ meningkatkan hubungan baik (kecerdasan sosial).
Tuntunannya adalah : Siapa yang mau memberikan makanan kepada mereka yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala dari orang yang menerima hidangan tersebut, tanpa mengurangi pahala yang berpuasa. 
Berdasarkan dalil ilmiah yang teruji sahih ini maka kita akan berlomba memberikan makanan berbuka atau sahur kepada sebanyak mungkin saudara sesama kita. Tindakan ini jelas akan meningkatkan kemampuan kita untuk saling bersosialisasi.

>> Puasa Ramadhan akan melatih kita untuk meningkatkan motivasi diri.
Berpuasa selama sebulan penuh akan terus mendorong diri kita untuk senantiasa konsisten hingga garis finish, yaitu akhir Ramadhan. Terutama mendekati 10 hari terakhir, karena pada 10 hari terakhir kita akan mengejar satu malam yang setara atau bahkan lebih baik dari seribu bulan (lailatul qadar). Di akhir Ramadhan inilah kita akan mengerahkan segala daya upaya agar bisa mendapatkan kebaikan yang belum tentu setara dengan jatah umurnya hidup di dunia ini.

Mengapa shaum atau puasa di bulan Ramadhan dapat meningkatkan kecerdasan spiritual kita?

Puasa (shaum) Ramadhan yang kita jalankan dikatakan berhasil meningkatkan kemampuan atau kecerdasan spiritual kita apabila :
>> Menjadikan kita sebagai pribadi yang jujur, rendah hati (tawadhu')
>> Membersihkan jiwa (tazkiyatun nafsi) dan dapat mengendalikan nafsu
>> Membuat kita menjadi orang yang sabar
>> Menambah rasa syukur, tawakkal dan memperbaiki akhlak kita


Dengan kata lain, keberhasilan shaum Ramadhan bukan pada bentuk lahiriah ibadahnya (berhasil menahan lapar, haus, syahwat di siang hari), tetapi ditandai dengan dapat dirasakannya peningkatan kualitas amaliyah dan sikap hidup (spriritual) kita.

Aktifitas puasa Ramadhan yang memberi pengaruh terhadap peningkatan kecerdasan spriritual adalah yang dijalankan bukan hanya sekedar mencegah/menahan lapar, dahaga serta aktifitas syahwat suami-istri sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Tetapi lebih dari tingkatan tersebut, yaitu menahan seluruh anggota badan kita dari perbuatan (dosa) yang dapat merusak pahala puasa, seperti :

>> Menjaga pandangan dari segala sesuatu yang dilarang oleh syar’i
>> Menjaga lisan dari ghibah, berbohong, mengadu domba dan bersumpah palsu
>> Mencegah telinga dari mendengarkan perkara yang dilarang. 
>> Mencegah perut dari makanan yang syubhat (tidak jelas antara halal haramnya)

Hasil akhir yang diharapkan dari menjalankan shaum Ramadhan selama satu bulan penuh adalah kita akan tampil sebagai manusia yang bertaqwa (muttaqin) dan berakhlak mulia. Bukan hanya dihadapan sesama manusia, tetapi juga dihadapan Allah subhanahu wa Ta'ala. Bukan hanya ketika bulan Ramadhan, namun terus berlanjut pada kehidupan keseharian kita setelah Ramadhan..

Wallahu a'lam

*****
Taklim Ahad Pagi (20/05/2018)
Pemateri : Ust. Didin Muhidin, M.Ag
Moderator : Ust. Guntur Widodo
Supervisi : Bidang Dakwah & PHBI


Materi Terkait :

⤷ Tarawih Pertama 1439 H
⤷ Pesantren Ramadhan 1439 H

Rabu, 16 Mei 2018

Tarawih Pertama 1439 H : "MARHABAN YAA RAMADHAN"

DK - Rabu malam Kamis, 16 Mei 2018 merupakan malam 1 Ramadhan 1439 Hijriyyah. Ba'da sholat Isya berjamaah, Panitia Ramadhan 1439 H, menyampaikan pengumuman dan laporan terkait agenda kegiatan Ramadhan Masjid Jami' Daarul Khairat 1439 H. 

Ustad Rosa Herdiansyah, mewakili Ketua Panitia (Ust. Asep Nurdin), meyampaikan kepada jamaah sehubungan rencana agenda kegiatan Ramadhan Masjid DK tahun 2018/1439. Agenda kegiatan Ramadhan telah dimulai sejak seminggu sebelumnya dengan diselenggarakan Pawai Tarhib (menyambut) Ramadhan 1439 pada Kamis 10 Mei / 24 Sya'ban.

Selengkapnya agenda kegiatan Ramadhan 1439 H Masjid Jami' Daarul Khairat adalah sbb:
  1. Pawai menyambut Ramadhan;
  2. Sholat Tarawih berjamaah;
  3. Kultum sebelum Sholat Tarawih;
  4. Ta'jil harian;
  5. Iftor Jama'i/ berbuka puasa bersama;
  6. Kuliah Subuh;
  7. Tadarusan;
  8. Pesantren Ramadhan;
  9. Nuzulul Qur'an;
  10. Santunan anak yatim;
  11. Itikaf berjamaah;
  12. Penerimaan & penyaluran : zakat fitrah, zakat mal (zakat penghasilan), infaq & shadaqoh;
  13. Halal bi halal.
Ust, Rosa Herdiansyah : 
Pengumuman & Laporan
Panitia Ramadhan DK 1439H 

*****

Sambutan & Kultum Ketua DKM :
H. Arif Armansyah, SH 

Pelaksana Tugas Ketua DKM DK: H. Arif Armansyah, SH., memberikan sambutan sekaligus menyampaikan kultum malam pertama pada kesempatan berikutnya. Beliau menyampaikan terima kasih kepada Panitia Ramadhan Masjid Jami' DK 1439 H yang telah menyusun rencana rangkaian agenda kegiatan serta menyiapkan segala sesuatu sehingga harapannya adalah dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada para jamaah selama menjalankan berbagai aktivitas ibadah di Bulan Ramadhan. Mulai dari awal Ramadhan, sholat tarawih, kajian-kajian, sampai dengan penerimaan dan penyaluran zakat pada akhir Ramadhan nanti.
Menyambut datangnya Ramadhan 1439 H ini, Ketua DKM mengajak jamaah untuk menyambutnya dengan suka cita.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam“ bersabda:
"Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka”.

Diawali dengan saling maaf-memaafkan, sehingga kita memasuki bulan Ramadhan dengan hati yang bersih dari kesalahan dan khilaf dari perbuatan karena pergaulan bermasyarakat.

Mengajak jamaah untuk bersyukur dan memperbanyak ibadah karena Allah subhanahu wa Ta'ala telah memberikan kesempatan kembali kepada kita untuk bertemu lagi dengan Bulan Ramadhan tahun ini. Bulan yang penuh berkah dan ampunan. Mengajak untuk memperbanyak: dzikir, tadarus membaca Al Quran, mengikuti kajian ilmu agama dsb.



Ketua DKM berkesempatan mengingatkan kepada anak-anak dan remaja agar mengisi Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat di masjid dengan bertadarus atau mengikuti pesantren Ramadhan. Menghindari aktivitas seperti: nongkrong-nongkrong tidak jelas usai tarawih, main petasan usai sholat subuh atau menghabiskan waktu dengan main game di warnet.

***** 
Malam pertama ini, bertindak sebagai imam Sholat Isya adalah penasehat DKM : H. Tb. Ito Asep Mulyana. Imam Tarawih : Ust. Endang Suprapto dan bilal adalah Ust. Syafrul.



*******




*******


Materi terkait :

»» Pawai Tarhib Sambut Ramadhan 1439 H
»» Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1439 H.....


*******
"Tarawih"
Panitia Ramadhan 1439 H
Rabu, 16 Mei 2018 / 1 Ramadhan 1439 H
Dok. : W/A

Selasa, 15 Mei 2018

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1439H/2018M Jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018


حدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ قَالَ قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ


"Berpuasalah
 kalian pada saat kalian telah melihatnya (bulan), dan berbukalah kalian juga di saat telah melihatnya (hilal bulan Syawal) Dan apabila tertutup mendung bagi kalian maka genapkanlah bulan Sya'ban menjadi 30 hari." 

(H.R. Bukhari: 1776 dan Imam Muslim 5/354)


*****
Sidang isbat. Isbat secara harfiah berarti penyungguhan, penetapan dan penentuan. Sidang isbat adalah sidang penetapan dalil syar'i di hadapan hakim dalam suatu majelis untuk menetapkan suatu kebenaran atau peristiwa yang terjadi. 
(Sumber: wikipedia bahasa Indonesia)

*****

Pemerintah Republik Indonesia diwakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher, Perwakilan MUI Abdullah Jaidi, dan Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin menetapkan awal puasa Ramadhan pada Kamis, 17 Mei 2018.


Hasil sidang isbat penentuan awal Ramadhan 1439 H di-release resmi melalui website  Kementerian Agama, kemenag.go.id sebagai berikut :

Menag saat Jumpa Pers sidang Isbat awal Ramadan 1439H 

Selasa, 15 Mei 2018 19:09 WIB
Jakarta (Kemenag) - Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1439H/2018M jatuh pada hari Kamis, 17 Mei 2018. Penetapan ini berdasarkan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Kementerian Agama Jalan M.H Thamrin No. 6, Jakarta, Selasa (15/5).

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, 1 Ramadhan jatuh pada hari Kamis, 17 Mei 2018,” ujar Menag setelah mendengar pandangan dari MUI dan pimpinan ormas Islam yang hadir pada sidang Isbat tersebut menyepakati untuk mengistikmalkan (menyempurnakan) bulan Sya’ban menjadi 30 hari sehingga tanggal 1 Ramadhan 1439H jatuh pada hari Kamis tanggal 17 Mei 2018.

“Selamat memasuki bulan Ramadhan, mudah-mudahan kualitas puasa dan ibadah kita di bulan suci ini semakin meningkat, tidak hanya ibadah mahdhoh juga ibadah sosial kita, sehingga kehadiran kita memberi kemaslahatan bagi kita semua,” ujar Menag.

Sebelumnya, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Juraidi dalam laporan hasil rukyat awal Ramadhan menyampaikan, ketinggian hilal di di seluruh Indonesia di bawah ufuk dan laporan petugas dari 31 titik rukyat menyatakan tidak melihat hilal.


Sumber :