تُوفيتْ إحدى بناتِ النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ ، فخرج فقال : اغْسِلْنَها ثلاثًا ، أو خمسًا ، أو أكثرَ من ذلك إن رأيتُنَّ ذلك ، بماءٍ وسدرٍ ، واجعلنَ في الآخرةِ كافورًا ، أو شيئًا من كافورٍ، فإذا فرغتُنَّ فآذِنَّنِي فلما فرغنا آذناه فألقى إلينا حقوه فضفرنا شعرها ثلاثة قرون وألقيناها خلفها
“Salah seorang putri Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam meninggal (yaitu Zainab). Maka beliau keluar dan bersabda: “Mandikanlah ia tiga kali, atau lima kali atau lebih dari itu jika kalian menganggap itu perlu. Dengan air dan daun bidara. Dan jadikanlah siraman akhirnya adalah air yang dicampur kapur barus, atau sedikit kapur barus. Jika kalian sudah selesai, maka biarkanlah aku masuk”. Ketika kami telah menyelesaikannya, maka kami beritahukan kepada beliau. Kemudian diberikan kepada kami kain penutup badannya, dan kami menguncir rambutnya menjadi tiga kunciran, lalu kami arahkan ke belakangnya”
(HR. Bukhari no.1258, Muslim no.939).
*****
DK. Ibu-ibu yang tergabung dalam Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Taman Raya Bekasi menyelenggarakan kegiatan Dauroh Janaiz bertempat di Masjid Daarul Khairat Perumahan Taman Raya Bekasi.
Kegiatan bimbingan pelatihan pengurusan jenazah yang dikemas dalam taklim rutin bulanan BKMT pada Sabtu pagi, 23 November 2019 ini, merupakan kali kedua. Sesi pertama telah dilaksanakan pada taklim bulan September yang lalu. Dan pada taklim bulan November ini merupakan kelanjutan dari sesi pertama tersebut.
Disela-sela kegiatan, Ketua BKMT DK, Ustz. Nana Robiana, menyampaikan kepada awak media bahwa tujuan dari diselenggarakannya kegiatan adalah untuk menjawab kebutuhan ummat, dalam hal ini jamaah perempuan (akhwat) agar selalu siap di setiap waktu untuk menangani proses pengurusan jenazah.
"Pengurusan jenazah dalam Islam hukumnya fardhu kifayah, artinya wajib dilakukan namun apabila sudah dilakukan oleh muslim yang lain maka kewajiban ini gugur. Pengurusan jenazah harus dilakukan secepat mungkin. Dari latar belakang inilah, BKMT kemudian menginisiasi kegiatan Bimbingan pelatihan pengurusan jenazah bagi jamaah Ibu-ibu BKMT. Targetnya adalah dari 13 majelis taklim yang ada di 13 RT di wilayah RW 21 Taman Raya ini, semuanya punya perwakilan kemampuan dan kesiapan setiap saat ketika ada musibah kematian di wilayah RT masing-masing" kata Ustz. Nana Robiana.
BKMT menyelenggarakan kegiatan bimbingan ini bekerja sama dan mengundang Ustazah Anita dari Perum Mangunjaya I sebagai pemateri/instruktur. Beliau adalah praktisi yang pernah tergabung di salah satu yayasan pengurusan jenazah.
Pelatihan diawali dengan pembahasan dengan bantuan buku modul, kemudian dilanjutkan dengan praktek, mulai dari persiapan, memandikan sampai dengan mengkafani jenazah.
 |
| Batasan kulit bertemu kulit dilapisi kapas |
 |
| Diikat dengan ikatan diletakkan disebelah kiri |
 |
Rambut disisir atau dikepang bila rambut panjang
kemudian dikenakan jilbab syar'i |
*****
Bertugas pada taklim rutin bulanan BKMT bulan November ini adalah Majelis Taklim Al Istiqomah dari RT 07 RW 21 pimpinan Ibu Tanti (istri Ketua RT 07 Agus Ginanjar).
Moderator: Subadriyah
Qori: Sri Suarsita
Sartilawah : Handayani
Doa akidah : Tri Nuristi
Doa pagi : Wasirah
Doa pembuka taklim : Desi Roslia
Surat pilihan : Tanti
M.T. Al Istiqomah (RT 07 RW 21 TRB)
*****
Katalog :
Dauroh artinya peningkatan;
Janaiz artinya jenazah.
Jadi secara istilah, maknanya adalah pelatihan untuk meningkatkan pemahaman dalam hal memandikan, mengafani dan menyalatkan jenazah.
Sumber :
BKMT, Humas DKM DK