بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ ١
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ ٢
Itulah orang yang menghardik anak yatim,
Itulah orang yang menghardik anak yatim,
وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ ٣
dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ ٤
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ٥
(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ ٦
orang-orang yang berbuat riya.
وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ ٧
orang-orang yang berbuat riya.
وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ ٧
dan enggan (menolong dengan) barang berguna.
(Q.S. Al Maun 1-7)
*******
DK. Taklim rutin BKMT Masjid Daarul Khairat/ RW 21 TRB pada Sabtu pagi 5 Mei 2018 / 19 Sya'ban 1439, menjadi taklim penutup sebelum memasuki bulan Ramadhan 1439 H. Panitia yang bertugas pada pengajian Taklim BKMT kali ini adalah Majelis Taklim Miftahul Jannah dari RT 05. Sebelum pengajian dimulai, waktu diisi oleh ibu-ibu grup Marawis dari Majelis Taklim Al Hidayah - RT 03.
Lantunan Surah Ar-Rahman dan surah-surah pilihan membuka taklim. Dilanjutkan sambutan Ketua BKMT Ustz. Nana Robiana. Pada kesempatan sambutan, disampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh majelis taklim yang selalu mendukung-berjalannya program-program BKMT. Juga apresiasi kepada majelis taklim dan para jamaahnya yang senantiasa menyalurkan shadaqoh jariyah.
Materi taklim diisi oleh Ustadzah Aqidah Anwar, Lc. Dalam menyambut Ramadhan, beliau menyampaikan materi terkait dengan ibadah dalam Islam yang berdimensi vertikal dan horizontal, ritual dan sosial, hablum minallah dan hablum minannas.
Dalam ajaran Islam dikenal adanya dimensi vertikal dan horisontal, dimensi ritual dan dimensi sosial. Sebagian umat Islam ada yang memahaminya sebagai dua hal yang terpisah, sehingga menganggap bahwa hubungan dengan Allah dalam ibadah ritual adalah satu hal. Dan hubungan dengan sesama manusia adalah hal yang lain. Pemikiran semacam ini berakibat pada pemahaman agama yang sempit yang membatasi agama hanya pada ajaran dan praktek ritual.
Dengan pemahaman agama yang semacam ini, maka yang akan muncul adalah bentuk perilaku agama yang hanya sebatas pada memenuhi persyaratan-persyaratan formal. Padahal kalau dicermati ajaran-ajaran yang tertuang dalam Al Quran, banyak didapati mengenai hubungan yang tidak terpisah antara dimensi vertikal dan dimensi horisontal, antara dimensi ritual dan dimensi sosial.
Ketakwaan mempersyaratkan dipenuhinya kedua dimensi ajaran Islam tersebut. Sehingga, seseorang dikatakan bertakwa bukan hanya karena telah percaya kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan telah menjalankan shalat, tetapi juga bersedia menafkahkan sebagian harta yang dimilikinya kepada sesama.
Kewajiban-kewajiban ritual agama yang dikerjakan, seperti shalat puasa, zakat dan haji, bukan hanya sekedar bentuk-bentuk perilaku ritual yang menyangkut hubungan dengan Allah semata. Tetapi, kewajiban-kewajiban tersebut harus pula memiliki nilai-nilai sosial, sehingga kewajiban-kewajiban ritual tadi baru akan memiliki makna ketika mampu menumbuhkan kepedulian sosial kepada sesama.
"Mereka yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami berikan. Mereka itulah yang benar-benar beriman; di sisi Tuhan mereka memperoleh derajat (yang tinggi), pengampunan dan rizki yang bersih" (Q.S. Al Anfal: 3-4)
"Maka celakalah orang-orang yang shalat, yang lalai dalam shalat mereka, yang hanya ingin dilihat (orang), tetapi menolak (memberi) bantuan." (Q.S. Al Maun: 4-7)
Penegasan Al Quran dalam surah Al Maun tersebut di atas, dapat dipahami bahwa dalam beragama jangan hanya berhenti pada sebatas formalitas saja.
Muslim yang baik adalah yang seimbang antara ibadah formalnya dengan ibadah sosialnya. Seimbang antara hablum minallah dan hablum minannas-Nya.
"Kehinaan akan ditimpakan kepada manusia di mana pun mereka berada kecuali kalau manusia itu menbina hubungan baiknya dengan Allah dan hubungan baiknya dengan sesama manusia…” (Q.S. Ali lmran: 112).
Wallahu a'lam
******
Pengajian taklim kemudian diisi juga dengan santunan yatim piatu dhuafa.
Menjelang waktu Dhuhur, taklim ditutup dengan ramah tamah dan saling maaf memaafkan menjelang Ramadhan 1439 H. (W/A)

Pembukaan :
Dipandu MC : Ibu Wiwik
Pembacaan Al Quran : Ibu Yulia & Ibu Hindiyah)
Dipandu MC : Ibu Wiwik
Pembacaan Al Quran : Ibu Yulia & Ibu Hindiyah)
![]() |
| Majelis Taklim Miftahul Jannah - RT 05 : EO Taklim BKMT pada Sabtu, 6 Mei 2018 |
![]() |
| Grup Marawis : Majelis Taklim Al Hidayah - RT 03 |
![]() |
| Pemateri : Ustz. Aqidah Hasan, Lc |
Santunan anak yatim/piatu TRB
dipandu Hj. Dedeh Sa'adah

*******
Taklim Rutin Majelis Taklim Ibu-ibu
Sabtu pagi 5/5/2018
Supervisi : BKMT (Ustz. Nana Robiana)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar