بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (Q.S. Al-Isra: 1)
*****
DK. Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam diselenggarakan ba'da Subuh berjamaah pada Ahad 22 April 2018 atau 6 Sya'ban 1439. Acara dipandu oleh Ust. Rosa Herdiansyah sebagai MC. Sebagai pembukaan, pembacaan rawi barzanji dilantunkan oleh Ust. Endang Suprapto dan Ust. Darsim. Kemudian tilawah Al Quran Surah Al-Israa oleh Ust. Yasin dan sari tilawah oleh Bapak Ahmad Chartim.
Ketua Panitia Peringatan Isra' Mi'raj pada tahun ini, Bapak Asep Nurdin kemudian menyampaikan sambutan dan laporan panitia. Dilanjutkan sambutan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Jami Daarul Khairat Bapak Arif Armansyah.
Tausiyah dan hikmah dari Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam disampaikan oleh Ustad Aang Muslih, S.Pd.I dari Sumberjaya
>> Tanda Kekuasaan dan Kebesaran Allah Subhanahu wa Ta'ala
Pada peristiwa Isra' Mi'raj, Allah Subhanahu wa Ta'ala memperjalankan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Al Aqsha (Isra'), kemudian dilanjutkan menuju ke Sidratul Muntaha (Mi'raj) dalam satu malam. Peristiwa ini menunjukkan kebesaran Allah Ta’ala. Satu peristiwa yang tidak mampu dicapai oleh akal manusia, sekaligus menjadi pembeda antara orang-orang yang benar keimanannya dengan orang-orang yang mengkufurinya.
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (Q.S. Al-Isra: 1)
Pada peristiwa Isra' Mi'raj, Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan perintah shalat fardu lima waktu dalam sehari semalam. Begitu pentingnya perintah shalat sehingga Allah memanggil Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menerima perintah langsung di Sidratul Muntaha.
>> Shalat merupakan pembeda antara muslim dengan orang kafir
"Batas antara seorang muslim dengan kemusyrikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat." (H.R. Muslim)
"Perjanjian antara kita dan mereka adalah shalat, maka barang siapa yang meninggalkan shalat berarti ia kafir." (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah)
Amal yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat, apabila shalatnya baik (lengkap), maka baiklah seluruh amalnya yang lain, dan jika shalatnya rusak (kurang lengkap) maka rusaklah segala amalan yang lain. Jangan sampai kita dan keluarga kita meninggalkan shalat.
Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan,... (Q.S. Maryam: 59)
Dari Jabir radhiyallahu`anhu berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya, batas antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat. (H.R. Muslim)
Sambutan Ketua DKM :
Arif Armansyah
*******
Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam 1439H
Ahad Pagi Ba'da Subuh (22/04/2018)
Supervisi : Bidang Dakwah & PHBI
Dokumentasi : Musrizal





Tidak ada komentar:
Posting Komentar