DKM DAARUL KHAIRAT

Alamat : Perumahan Taman Raya Bekasi, RW 021 Dusun II Desa Mangunjaya Kec. Tambun Selatan - Kab. Bekasi

"Dengan menyebut nama Alloh yang maha pengasih dan maha penyayang"
Yayasan Masjid Jami Daarul Khairat >>> Bank BRI KCP Sultan Hasanudin Tambun No.Rek. : 2072-01-000553-56-5 a.n. Yayasan Masjid Jami Daarul Khairat (Informasi : Ust. Ansori 081380939459 HP/WA) >>>

Daftar tautan :

  • Profil Organisasi (klik disini)
  • Web. BAZNAS (klik disini)
  • Web. SIMAS - Sistem Informasi Masjid (klik disini)
  • Cek perkiraan keberangkatan Haji (klik disini)
  • RW 021 Mangunjaya (klik disini)
  • Al Quran Digital (klik disini)
  • Masjid/mushola TRB (klik disini)
  • Siaran Langsung (klik disini)

Sabtu, 19 Maret 2022

TAWAQUF-an Taklim Rutin BKMT Jelang Ramadhan 1443 H

 


Kegiatan taklim rutin pada Sabtu, 19 Maret 2022 / 15 Sya'ban 1443 merupakan taklim tawaquf (BERHENTI SEMENTARA) menjelang Ramadhan 1443 H (klik di sini)
di 20.49
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Masjid Jami Daarul Khairat


jadwal-sholat

Lokasi Masjid :

Lokasi Masjid :
(klik gambar untuk ke googlemaps)

Gallery :

2008 : 2018 :

Rapat Kerja Pengurus DKM DK (31/12/2017) :

Taklim rutin (malam ahad & ahad pagi) :

Taklim rutin remaja 2 pekanan malam ahad (remaja masjid) :

Penggalangan Dana untuk Palestina (21/01/2018) :


Sunatan massal (tahun baru Hijriyyah) :

Jamaah sholat gerhana bulan (31/01/2018) :


Idul Adha :






Penyuluhan anti narkoba "Ridho & Satria Kumala 21" :


Renungan :




URGENSI IMAN DALAM MENGGAPAI KEBAHAGIAAN
Renungan Shubuh
Sabtu, 06/06/2020
Oleh Ahmad Rusdi

Adalah penting untuk selalu berfikir positif dan bertindak positif, dimana hal tersebut Rasulullah SAW contohkan dalam rumah tangga beliau. Mengkondisikan rumah tangga sangat penting karena walau bagaimanapun rumah tangga akan berpengaruh pada perkembangan kondisi psikologis kita. Namun jangan lupa pula untuk mengkondisikan internal diri kita supaya mendukung terwujudnya kebahagiaan. Hal ini terkait dengan bagaimana sikap, pikiran dan hati kita dalam meraih kebahagiaan. Renungan kali ini lebih focus pada pribadi Rasul yang merupakan contoh teladan kita untuk menggapai kebahagiaan tersebut.. Salah satunya adalah dengan menjaga dan memperkuat keimanan

Perhatian Rasul terhadap keimanan sangat luar biasa, karena keimanan fondasi utama bagi seorag muslim. iman merupakan sumber kebahagiaan yang terbesar. Dengan iman yang kuat seseorang akan mampu menghadapi musibah dan malapetaka, dan dengan iman pula seseorang tidak akan hanyut dengan kenikmatan dunia yang bisa membuatnya lalai kepada Allah SWT. Hal ini dicontohkan Rasulullah SAW bagaimana keimanan beliau yang demikian luar biasa yang membuat beliau senantiasa selalu ingat kepada Allah baik dalam kondisi mendapatkan musibah maupun memperoleh nikmat dan anugerah. Karena  bagi seorang mukmin, musibah maupun kenikmatan, keduanya adalah kebaikan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

« عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ »
“Sungguh mengagumkan urusan orang mukmin itu, urusan apa saja adalah baik baginya. Dan tidak ditemukan kondisi sedemikian melainkan hanya ada pada orang-orang mukmin. Jika dia diberikan dengan sesuatu yang menyenangkan dia bersyukur. Dan itulah yang lebih baik baginya. Jika dia ditimpa kemalangan dia bersabar. Dan itulah yang terbaik untuknya.” (HR. Muslim).

Dalam hadits lain untuk menggambarkan betapa pentingnya menjaga dan memperkuat iman, Rasululllah SAW mengingatkan kita sebagaimana diriwayatkan oleh imam al-Hakim dan ath-Thabrani:

إِنَّ الإِيْمَانَ لَيَخْلُقُ فِي جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلُقُ الثَّوْبُ، فَاسْأَلُوْا اللهَ أَنْ يُجَدِّدَ الإِيْمَانَ فِي قُلُوْبِكُمْ
“Sesungguhnya iman benar-benar bisa menjadi usang di dalam tubuh seseorang dari kalian sebagaimana usangnya pakaian. Maka memohonlah kepada Allah supaya memperbarui iman di hati kalian!”

Memperbaharui iman hendaknya dilakukan setiap saat, karena iman kita tidak seperti Rasulullah yang senantiasa bertambah (yazid wala yanqush). Iman kita di satu saat bertambah dan di saat lain justru kebalikannya yakni berkurang. Untuk menambah keimanan tentu salah satunya adalah dengan menambah ketaatan yang in syaaa Allah akan mendatangkan ketenangan jiwa dan hati. Amalan-amalan yang dapat menumbuhkan keimanan sebagaimana dikatakan Ibnu Ruslan dalam matan Zubad Ibn Ruslan adalah::

فكن من الإيمان في مزيد #
 وفي صــــفاء القلب ذا تجديد بكثرة الصلاة والطاعات #
 وترك ما للنفس من شهوات فشهوة النفس مع الذنوب #
 موجبتــــــان قسوة القـــلوب 

Maka jadilah kamu dalam hal keimanan, bertambah
Dan untuk  memiliki kejernihan hati dengan memperbanyak sholat dan ketaatan, serta meninggalkan sesuatu yang (bisa) menimbulkan syahwat, Karena nafsu syahwat bersama dosa
keduanya faktor yang menyebabkan kerasnya hati.
Dan bila hati seseorang sudah keras hatiya maka dia akan sulit untuk mendapatkan hidayah dan taufik dari Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya:

أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
 “Maka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Allâh hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabb-nya (sama dengan orang yang hatinya keras)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang hatinya keras untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata (Q.S. az-Zumar: 22)

Ayat di atas menerangkan bahwa orang yang hatinya keras dia akan tercela dan berada dalam kesesatan. Seorang ulama benama Syaikh Malik bin Dînâr rahimahullah pernah berkata, “Seorang hamba tidaklah dihukum dengan suatu hukuman yang lebih besar daripada hatinya yang dijadikan keras. Tidaklah Allah Azza wa Jalla marah terhadap suatu kaum kecuali Dia akan mencabut rasa kasih sayang-Nya dari mereka.(lihat *Ma'alimut-Tanzil)
Biasanya orang yang hatinya keras akan bermalas-malasan dalam mengerjakan kebaikan dan ketaatan, serta meremehkan suatu kemaksiatan.
Bila sudah demikian (kita berlindung kepada Allah dari hati yang seperti ini), inilah yang dikatakan oleh Shohibul hikam syaikh Ibnu Athaillah as-sakandariy bahwa pada hati orang tersebut sudah terdapat tanda/ciri hati yang mati.

من علامات موت القلب عدم الحزن على ما فات من الموافقات وترك الندم على ما فعلته من وجود الزلات
"Di antara ciri hati yang mati tak ada kesedihan bagi ketaatan yang luput dikerjakan, dan tak ada penyesalan atas dosa yang sudah diperbuat."

Untuk itulah betapa pentingnya kita menjaga, merawat dan memperkuat keimanan kita dengan dengan senantiasa berupaya semaksimal mungkin untuk taat dan beribadah sehingga dengan demikian kebahagiaan akan kita peroleh baik di dunia maupun di akhirat. Amiin.
Wallahu a’lam.
Kita sambung lagi esok Shubuh insyaa Allah. Semoga bermanfaat.
*Salam dari Ahmad Rusdi* (Renungan Shubuh kesembilan,  06062020)
Wallahu a’lam.
Drs Ahmad Rusdi, M.Pd.I
Kasi Kurikulum pada Direktorat Pendidikan Diniyah & Pondok Pesantren












Assalamualaikum wrwb...
Renungan Kecil di Hari Arafah

oleh: Ust. Guntur Widodo
21 Agustus 2018

Haji adalah Arafah……
Arafah adalah Hari Perenungan……
Sebuah perenungan tentang Sang Khalik……
Sebuah perenungan tentang untuk apa kita diciptakan……

Arafah adalah sebuah potret kecil tentang Mahsyar……
Mahsyar adalah sebuah hari dimana manusia akan ditimbang kadar Al-Haq dalam dirinya……
Mahsyar adalah sebuah hari yang sangat terik yang tidak ada penghalang atasnya……

Mahsyar adalah sebuah hari yang mencekam dimana manusia ditimpa resah dan gelisah……
Kegelisahan yang teramat sangat karena Mahsyar adalah hari penantian tentang nasib manusia apakah ia akan masuk surga atau neraka……
Mahsyar adalah sebuah hari penyesalan……
Sebuah penyesalan karena manusia telah lalai menunaikan dharma untuk apa ia dicipta……
Sebuah penyesalan karena manusia lalai untuk beramal shaleh semasa hidup di alam dunia……

Sedemikian dahsyatnya Mahsyar, sehingga manusia kelak akan mencari perlindungan walau hanya pada sebutir kurma yang pernah ia sedekahkan……
Maka, beruntunglah mereka yang Allah beri naungan dari dahsyatnya alam Mahsyar……
Mereka adalah pemimpin yang adil……
Para pemuda yang hatinya tertambat kpd masjid……
Manusia yang bersahabat karena Allah…… Manusia yang bersedekah dng tangan kanannya tanpa harus diketahui oleh tangan kirinya……

Manusia yang menolak perbuatan keji karena takut akan Tuhannya……
Manusia yg tekun ibadahnya seraya berlinang air mata ketika ia berdzikir semata karena takut akan Tuhannya……
Semoga Allah mengampuni kehinaan dan kebodohan kita……
Semoga Allah selalu menjadikan kita orang yang rendah hati di setiap langkah kaki di bumi ini……

Semoga Allah meneguhkan iman dan Islam kita……
Mengganti tangisan kita dengan senyuman……
Luka derita dng kebahagiaan…… Kesempitan riqki dng kelapangan…… Kesesatan dengan petunjuk……
Penyakit dng kesembuhan……
Kesulitan dng kemudahan …… Dan keputus asaan dengan harapan……

Semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan rahman dan rahimNya kepada kita semua……

*Barakallahu fiikum...
آمِيْنُ يَا رَبَّ الْعَلَمِيْن

"Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di atas bumi ini melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya," (QS. Hud [11]: 6).

Tugas kita adalah menjemputnya... Sering kita malas menjemputnya. Sehingga firman Allah berikutnya adalah :

"Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya," (QS. an-Najm [53]:39).

Allah akan memberi rezeki sesuai dengan apa yang dikerjakan hambanya. Jika kerja lebih lama, lebih rajin, lebih berilmu, lebih sungguh-sungguh, ia akan mendapat lebih banyak.

Selamat beraktivitas.....


***********



Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللهُ عَلَيْهِ رواه مسلم.

“Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit dari barat niscaya Allah menerima taubatnya.” (HR. Muslim).

Sumber: www.jadwalsholat.org,Rabu 07 Februari 2018/21 Jumadil Awwal 1439H



***********



"PANJANG UMUR"

Oleh: Supriyadi
republika.co.id

Jika hari ini kita masih bisa bernapas, wajib bagi kita untuk berucap syukur kepada Allah atas nikmat kehidupan ini. Sungguh, hidup dan mati ini hanya milik Allah.

Kehidupan adalah anugerah dan kematian tidak mampu kita prediksikan kedatangannya. Dengan demikian, jika kita sampai sekarang masih bernapas, ini adalah kesempatan bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baik lagi. Jika kita masih mampu menghirup udara, Allah masih memberi kesempatan.

Umur yang panjang adalah karunia dari Allah. Oleh karena itu, hendaklah kita tidak menyia-nyiakan karunia nikmat yang besar tersebut. Hendaklah kita manfaatkan umur tersebut dengan sebaik-baiknya; beramal saleh, giat beribadah, menebar maslahah bagi sekitar, dan aneka kebajikan lainnya.

Tidaklah kita menggunakan kesempatan hidup ini untuk menebar kebencian, menyakiti orang lain, malas beribadah, dan berbagai macam tindakan yang tak berguna lainnya. Sungguh, jika hari ini kita masih hidup, itu adalah kesempatan besar bagi kita. Waktu berlalu begitu cepat, padahal kita mengira umur kita panjang. Sementara, kita tidak mengetahui kapan tiba ajal kita dan ajal pun tiba tanpa memberi kabar yang bisa kita sadari.

Jika kita diberi kesempatan hidup hingga masa tua, raga kita tak lagi berdaya untuk melakukan berbagai hal positif dan bermanfaat. Jangan sampai yang ada hanyalah penyesalan di masa tua. Karena, orang yang dipanjangkan umurnya akan dikembalikan pada kesejatian manusia, yakni lemah.

Allah berfirman dalam surah Yasin ayat 68:
"Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadiannya. Maka apakah mereka tidak memikirkan?"

Dari dalil di atas, jelaslah bahwa ketika kita diberi umur panjang, maka kondisi fisik kita melemah.
Sebagaimana penafsiran dari al-Thabari, bahwa dikembalikan pada kejadiannya itu mengandung makna dikembalikan pada kondisi sejatinya, seperti anak-anak (masih lemah secara fisik dan akal).

Oleh karena itu, tidak semestinya kita menyia-nyiakan waktu kita untuk hal-hal yang sia-sia. Selama hayat masih dikandung badan, maka selama itu pula kesempatan kita untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan menebar manfaat kebajikan.

Imam Al-Syafi'i dalam kitab Diwan-nya mengatakan:"Apakah engkau masih bisa menikmati hidup saat pipi mulai berkerut? Saat mulai bermunculan uban yang tidak lagi bisa ditutupi dengan pewarna. Berharganya umur seseorang adalah sebelum datangnya masa tua. Dan sungguh mendekati kematian seseorang yang telah sirna masa mudanya. Ketika kulit seseorang mulai menguning dan rambutnya mulai memutih, makanan yang paling enak pun bisa membuatnya tersedak."

Dalam potongan diwan yang digubah oleh Imam Al-Syafi'i di atas, gambaran masa tua sungguh memilukan meskipun terangkai dengan kata-kata dan diksi indah. Sejatinya, itu adalah peringatan bahwa masa tua, sebagaimana ayat 68 dari surah Yasin di atas adalah masa ketika fisik dan akal kita tidak lagi berfungsi seperti ketika masih muda. Sang Imam mengilustrasikan bahwa masa tua itu sekadar makan makanan pun bisa tersedak.

*****

Oleh karena itu, sebelum memasuki masa tua, hendaklah kita tidak bosan untuk menebar manfaat. Karena, panjang umur akan menyiksa fisik dan akal kita dengan kelemahan, tapi jangan sampai itu membuat kita lalai kepada-Nya. Wallahua'lam.


"MOTIVASI"

Pemateri: Ustadz Abdullah Haidir, Lc

سُئِلَ أَبُو هُرَيْرَةَ عَنِ التَّقْوَى، فَقَالَ: هَلْ أَخَذْتَ طَرِيقًا ذَا شَوْكٍ؟ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: فَكَيْفَ صَنَعْتَ؟ قَالَ: إِذَا رَأَيْتُ الشَّوْكَ عَدَلْتُ عَنْهُ، أَوْ جَاوَزْتُهُ، أَوْ قَصَّرْتُ عَنْهُ، قَالَ: ذَاكَ التَّقْوَى.

Abu Hurairah pernah ditanya tentang taqwa. Maka dia balik bertanya, ‘Pernahkan engkau melewati jalan berduri?’ Orang itu menjawab, ‘Ya’ Beliau bertanya, ‘Apa yang kamu lakukan?’ dia menjawab, ‘Jika aku lihat duri, aku akan menyingkir, atau melangkahinya atau aku mundur.’ Beliau berkata, ‘Itulah takwa.”

® Berdasarkan riwayat ini, Ibnu Mu’taz menggibah sebuah syair,

خَلِّ الذُّنُوبَ صَغِيرَهَا ..وَكَبِيرَهَا فَهُوَ التُّقَى

وَاصْنَعْ كَمَاشٍ فَوْقَ أَرْ ..ضِالشَّوْكِ يَحْذَرُ مَا يَرَى

لَا تَحْقِرَنَّ صَغِيرَةً ... إِنَّ الْجِبَالَ مِنَ الْحَصَى

▪Tinggalkan dosa, kecil maupu besar, itulah takwa

▪Bersikaplah seperti orang yang berjalan di atas tanah berduri, dia berhati-hati dengan apa yang dia lihat.

▪Jangan remehkan dosa kecil, sesungguhnya gunung dari kumpulan kerikil.

وَقَالَ الشَّافِعِيُّ: أَعَزُّ الْأَشْيَاءِ ثَلَاثَةٌ: الْجُودُ مِنْ قِلَّةٍ، وَالْوَرَعُ فِي خَلْوَةٍ، وَكَلِمَةُ الْحَقِّ عِنْدَ مَنْ يُرْجَى أَوْ يُخَافُ

Imam Syafii berkata, “Tiga perkara yang sangat mulia:
▪Dermawan saat kekurangan,
Wara (sangat berhati-hati dari perbuatan dosa) saat sendirian
▪Menyampaikan kebenaran, baik kepada orang yang ditakuti atau diharapkan..”

إِذَا مَا خَلَوْتَ الدَّهْرَ يَوْمًا فَلَا تَقُلْ ... خَلَوْتُ وَلَكِنْ قُلْ عَلَيَّ رَقِيبُ

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ يَغْفُلُ سَاعَةً ... وَلَا أَنَّ مَا يَخْفَى عَلَيْهِ يَغِيبُ

▪Jika suatu saat engkau seorang diri, jangan katakan, aku seorang diri, tapi katakan, diriku selalu diamati.

▪Jangan dikira Allah lalai walau sesaat, juga jangan mengira bahwa apa yang tersembunyi, bagi-Nya tak terlihat

Wallahu A'lam
Dipersembahkan oleh: manis.id


******************



"MENJADI GENERASI MUSHLIH"


(http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/18/01/27/)


Manusia lahir ke dunia membawa beban tanggung jawab, baik terhadap dirinya, sesamanya, lingkungannya, maupun Allah SWT. Selain untuk memakmurkan dunia dengan mengolah apa yang ada untuk kemaslahatan, ada tanggung jawab yang juga besar, yakni untuk melakukan perbaikan atas berbagai kerusakan yang telah terjadi, baik itu kerusakan secara material, moral, maupun spiritual (ruhaniah). Dalam Alquran, orang yang memperbaiki diistilahkan dengan kata “mushlih”. Dari akar kata yang sama pula kata “shalih” (saleh) muncul.

Allah SWT mengatakan bahwa Dia tidak akan menimpakan azab secara semena-mena kepada komunitas masyarakat yang di dalamnya masih ada orang-orang yang terus-menerus atau konsisten melakukan kebaikan dan perbaikan.

“Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan (mushlih).” (QS Hud [11]: 117)


Tanggung jawab ini pula yang dibebankan kepada para rasul dan nabi Allah SWT, seperti yang dikatakan Nabi Syu’aib kepada kaumnya.

“Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku dari-Nya rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih mampu. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada-Nyalah aku kembali” (QS Hud [11]: 88).

Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya’ ‘Ulumiddin membedakan antara orang saleh dan orang mushlih. Saleh lebih berkaitan dengan diri (individu), sementara mushlih berkaitan dengan orang lain (sosial) dan lingkungan.

Jadi, mushlih adalah sebuah aktivitas atau gerakan kebaikan yang dilakukan seseorang yang berkaitan dengan orang lain dan efeknya dirasakan bersama sehingga akhirnya setiap individu menjadi orang saleh. Mushlih adalah pemantik yang tidak hanya melakukan kebaikan, tetapi juga menebarkan kebaikan dan membuat orang lain atau lingkungan menjadi baik.

Karena itulah, Allah SWT memuji orang-orang yang melakukan kebaikan dan perbaikan serta menjamin bahwa kehidupan mereka tidak akan diliputi dengan kekhawatiran dan kesedihan.

“Barang siapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS al-An’am [6]: 48).

Allah juga memberi mereka pahala dan manfaat yang sangat banyak karenanya,

“Sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan.” (QS al-A’raf [7]: 170).

Pada ayat lain, “Barang siapa memaafkan dan melakukan perbaikan maka pahalanya atas (tanggungan) Allah” (QS asy-Syura [42]: 40).

Melalui tanggung jawab untuk menjadi orang mushlih, tidak sekadar saleh, sesungguhnya orang beriman dituntut untuk menjadi manusia yang berkualitas dan bernilai tinggi, baik di tengah-tengah sesamanya maupun di hadapan Allah. Orang seperti inilah yang bisa mengubah keadaan dunia menjadi lebih baik hingga semakin banyak orang yang merasakan manfaat atau maslahatnya.


Merekalah generasi yang dengan pikiran dan tindakannya terus berada di jalur yang benar dan lurus. Mereka bukan saja generasi yang selamat, melainkan juga menyelamatkan orang lain. Mereka adalah generasi yang dapat memilih sesuatu yang positif untuk diambil pelajaran darinya kemudian menyebarkannya dan menahan diri dari hal negatif dengan membuangnya jauh-jauh dan tidak ikut menyebarkannya.


Ketika Nabi Musa hendak meninggalkan kaumnya selama beberapa hari untuk menerima wahyu Allah, beliau berpesan kepada saudaranya, Harun,

“Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, lakukanlah perbaikan dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan” (QS al-A’raf [7]: 142). Allah SWT menegaskan di ayat lain,

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS al-Qashash [28]: 77).

Wallahu a’lam.

Sumber : Pusat Data Republika. http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/18/01/27/p36xkn396-menjadi-generasi-mushlih



********************


PERBANYAK TAUBAT & ISTIGHFAR

عن أَبي هُرَيْرَةَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ
أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً (رواه البخاري)

Dari Abu Hurairah ra berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar (meminta ampunan) dan bertaubat kepada Allah dalam satu hari lebih dari tujuh puluh kali." (HR. Bukhari)

© Hikmah Hadits :

1. Bahwa setiap manusia, pastilah pernah berbuat salah dan dosa, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Bahkan, baik dosa yang kita ketahui maupun yang tidak kita ketahui.

2. Oleh karenanya, kita dianjurkan memperbanyak istighfar dan taubat. Istighfar adalah permohonan ampunan kepada Allah Swt dari dosa-dosa kecil. Sedangkan taubat, permohonan ampunan kepada Allah Swt dari dosa-dosa besar.

3. Rasulullah Saw sebagai seorang Nabi yang maksum (terjaga dari dosa dan khilaf), senantiasa memperbanyak istighfar dan taubat kepada Allah Swt. Karena salah satu hikmah taubat dan istighfar adalah, bahwa istighfar dan taubat merupakan tanda kecintaan dan ketakwaan seorang hamba kepada Allah Swt.

Wallahu A'lam

Sumber : http://www.manis.id/2018/01/memperbanyak-taubat-dan-istighfar.html


********************


KELEMBUTAN TUTUR KATA NABI Shalallahu 'Alaihi Wassalam


عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ لَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاحِشًا وَلَا لَعَّانًا وَلَا سَبَّابًا كَانَ يَقُولُ عِنْدَ الْمَعْتَبَةِ مَا لَهُ تَرِبَ جَبِينُهُ (رواه البخاري)

Dari Anas bin Malik ra berkata; "Bahwa Rasulullah saw tidak pernah bertutur kata yang keji, (tidak pernah pula) melaknat dan mencela orang lain. Dan apabila beliau hendak mencela seseorang, maka beliau akan (menyindirnya saja) dengan berkata, 'Mengapa dahinya berdebu?.'" (HR. Bukhari)

© Hikmah Hadits :


1. Diantara kemuliaan Nabi Saw adalah bahwa beliau senantiasa bertutur kata yang baik, lembut dan berusaha tidak menyinggung perasaan orang lain (para sahabat).
Beliau tidak pernah berkata yang kasar dan keji, tidak pernah pula melaknat atau mencela orang lain, serta senantiasa mengedepankan kasih sayang. Maka diantara cara mengikuti sunnah Nabi Saw adalah dengan berusaha bertutur kata yang baik, lembut dan tidak mencela atau melaknat sesama muslim lainnya.

2. Kalaupun Nabi Saw tidak suka dengan perbuatan atau perangai seseorang, maka beliau hanya mengungkapkan dengan perkataan sindiran yang menunjukkan ketidaksukaan beliau terhadap orang tersebut, seperti ungkapan beliau, "Mengapa dahinya berdebu?"

Dan umumnya para sahabat memahami bahwa ungkapan tersebut adalah bentuk teguran Nabi Saw. Sungguh, betapa mulianya akhlak beliau...

Allahumma shalli wasallim wabarik alaih...

Sumber : http://www.manis.id/2017/11/kelembutan-tutur-kata-nabi-saw.html

********************


SENYUMLAH AGAR HARIMU CERAH​


>> Senyum itu murah, yg bikin mahal senyum adalah kerunyaman di hatinya

>> Senyum itu mudah, yang bikin susah adalah kemarahan di dadanya

>> Adakah "sihir" yang dibolehkan? Ada, senyummu dihadapan saudaramu .. demikian nasihat para hukama'

>> Malam pun terasa cerah krn senyuman tulus

>> Siang terang benderang terasa mendung karena wajah cemberut dan muram

>> Senyum itu sedekah .. senyum itu kebaikan ..


ِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ لِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَحْقِرَنَّ مِنْ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ


Dari Abu Dzar dia berkata; Nabi ​Shallallahu 'alaihi wasallam​ berkata kepadaku:

​"Janganlah kamu anggap remeh sedikitpun kebaikan, walaupun kamu hanya bermanis wajah kepada saudaramu (sesama muslim) ketika bertemu."​

​(HR. Muslim No. 2626)​

>> Jadi .. tersenyumlah .. semoga Allah Ta'ala memberkahi hari-hari kita ..

Sumber : http://www.manis.id/2018/01/senyumlah-agar-harimu-cerah.html

Arsip "DK" on air :

  • 👉👉 Daarul Khairat Channel
  • SeHaTi 3B = Sukses Hebat Terpuji Belajar Bersama & Berbagi (ok!)
  • TAWAQUF-an Taklim Rutin BKMT Jelang Ramadhan 1443 H (ok!)
  • BKMT Taman Raya Bekasi: Kegiatan Santunan ke Panti Yatim dan Dhuafa (ok!)
  • "Muharram 1438 H" (klik disini)
  • "Gebyar Semarak Muharram1439 H" (klik disini)
  • "Dokumentasi Ramadhan 1436 H" (klik disini)
  • "Dokumentasi Ramadhan 1437 H" (klik disini)
  • Konseling bahaya narkoba (Ridho)
  • Launching Taklim Remaja (Ridho)
  • Idul Adha 1438 H
  • Santunan & khitanan massal 1439 H
  • Pesantren Ramadhan 1439 H
.:tutup:.

Laporan Keuangan (klik pada gambar) :
Yayasan Masjid Jami Daarul Khairat
Bank BRI KCP Sultan Hasanudin Tambun
No.Rek. : 2072-01-000553-56-5
a.n. Yayasan Masjid Jami Daarul Khairat

 

Langganan

Postingan
Atom
Postingan
Komentar
Atom
Komentar

Hot News :

Hot News  :
👆👆👆 Agenda Ramadhan 1447 H

Cari Artikel :

Daftar Isi Artikel :

  • ►  2026 (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2025 (7)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (1)
  • ►  2024 (1)
    • ►  November (1)
  • ▼  2022 (13)
    • ►  April (10)
    • ▼  Maret (2)
      • TAWAQUF-an Taklim Rutin BKMT Jelang Ramadhan 1443 H
      • BKMT Taman Raya Bekasi : Kegiatan Santunan ke Pant...
    • ►  Januari (1)
  • ►  2020 (14)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2019 (12)
    • ►  November (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (1)
  • ►  2018 (33)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (6)

👇👇 :

👇👇 :

Susunan Organisasi DKM DK :

Struktur Organisasi DKM Daarul Khairat 2020-2025

PEMBINA :
1. Kepala Desa Mangunjaya
2. Ketua BPD Mangunjaya
3. Kepala Dusun II Desa Mangunjaya
4. Ketua RW 21

DEWAN PENASEHAT :
1. ----------
2. ----------
3. ----------


KETUA DKM : H. Sartono

KETUA I : Ust. Anshori
> Bidang Zakat, Infaq, Shadaqah (.....)
> Bidang Takmir & Ibadah (Ust. Tugiono)
> Bidang Dakwah & Pendidikan (Ust. Guntur)
> Bidang Pembinaan Anak, Remaja & Seni Budaya Islam (Ust. Dedi Sulin)
> Bidang Majelis Taklim (Ibu Rita)

KETUA II : Warjimin
> Bidang Humas & Publikasi (.....)
> Bidang Sosial Kemasyarakatan (.....)

KETUA III : Prasetiyanto Ari Bowo
> Bidang Pengadaan, Pemeliharaan Aset & Perpustakaan Masjid ()
> Bidang Pembangunan dan Pembangunan ()
> Bidang Keamanan & Ketertiban (....)

BENDAHARA : H. Suhud Harsono

SEKRETARIS :
- Achmad Chartim



*********


PANITIA PEMBANGUNAN MASJID :

> Koordinator : H. Sujono
> Ketua Pelaksana : Sartono Azis
> Sekretaris : Swasihono Heriwibowo
> Bendahara : H. Mulyanto

*********

Anda pengunjung ke :

DKM DAARUL KHAIRAT: Profil DKM Daarul Khairat DKM DAARUL KHAIRAT: Profil DKM Daarul Khairat

Al Quran digital :

dkmdaarulkhairat.blogspot.com (launching Jumat, 26 Januari 2018) Masjid Jami Daarul Khairat ******* ※ ※ *******
@Publikasi-DKM "DK" (Abu Zaidan/WizzyWizz)-2018. Tema PT Keren Sekali. Diberdayakan oleh Blogger.