Rabu, 06 Juni 2018

RAMADHAN 1439 H

Dokumentasi Ramadhan 1439 H DKM Masjid Jami Daarul Khairat. 
Terdiri dari 5 segmen: 
  1. Segmen pertama "Awal Ramadhan 1439 H" 
  2. Segmen kedua "Fase 10-Hari Kedua" 
  3. Segmen ketiga "Nuzulul Qur'an"
  4. Segmen keempat "Fase 10-Hari Terakhir"
  5. Segmen kelima "Halal bi Halal"

Minggu, 20 Mei 2018

PESANTREN RAMADHAN 1439 H


بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ



DK - Salah satu agenda kegiatan pada Ramadhan tahun ini adalah "Pesantren Ramadhan". Kegiatan bagi anak-anak dan remaja ini ini merupakan agenda rutin tahunan disetiap bulan Ramadhan yang dilaksanakan oleh DKM Masjid Jami' Daarul Khairat.

Pada Ramadhan 1439 H tahun ini "Pesantren Ramadhan" akan dilaksanakan pada :


Ahad 27 Mei 2018
(11 Ramadhan 1439)
Pukul 08.00 - 18.00 WIB

Dengan pemateri sbb :

=========================
Untuk
Kelompok Umur Remaja
SMP - SMA
-------------------------
>> Ust. ISMAYA AJI
Pkl. 08.30 - 10.00 WIB
Materi : 
"Problematika Remaja & Penanaman Aqidah"
--------------------------------------------------
>> Ust. AUF ALMAUDUDI
Pkl 10.00 - 11.30 WIB
Materi : 
"Remaja Zaman Now, Tantangan & Harapan"
--------------------------------------------------
>> Ust. ABDUL GHONI
Pkl 13.00 - 14.30 WIB
Materi : "Pentingnya Ngaji"

=========================
Untuk
Kelompok Umur Anak-anak
pra SD - SD
-------------------------
>> Ust. ASEP SUPRIATNA
Materi : Cerita & Kisah-kisah Islami
--------------------------------------------------

*******

Bagi para jamaah yang berkenan menyalurkan 
donasi atau infak 
untuk kegiatan "Pesantren Ramadhan 1439 H" ini, silahkan menghubungi nomor HP/WA atau contact person di bawah ini :

0813 9879 4004 (Ust. Imron)
0877 8445 6854 (Ust. Rosa H.)
0896 5143 3891 (Ust. Momon)




*******

Materi Terkait :

⤷ Rapat Pengurus DKM Persiapan Hadapi Ramadhan 1439 H
⤷ Pawai Tarhib Sambut Ramadhan 1439 H

"Pesantren Ramadhan" 
Panitia Ramadhan 1439 H
Seksi Pawai dan Sanlat 
Sumber/Dok : Ragil Sungkowo, Ust. Rosa H., Tasa Yudistira

Melejitkan Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual di Bulan Ramadhan

Oleh :
Ust. Didin Muhidin, M.Ag


❊❊❊

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa...(Q.S. Al Baqarah: 183)

❊❊❊❊❊


DK - Kuliah Subuh di Ahad pertama Ramadhan 1439 H diisi oleh pemateri Ustad Didin Muhidin, M.Ag. Materi yang dibawakan adalah bagaimana meningkatkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual di bulan Ramadhan.

Bulan Ramadhan merupakan salah satu nama dari bulan dalam kalender hijriyyah (bulan qamariyah), satu-satunya nama bulan yang disebut secara eksplisit dalam Al Quran:  

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (Q.S. Al Baqarah: 185)

Shaum atau puasa adalah ibadah yang tidak dapat dimasuki unsur riya, karena tiada yang mengetahuinya kecuali Allah subhanahu wa ta'ala. Berbeda dengan ibadah yang lain, yang nampak atau dapat dilihat oleh orang lain, seperti: shalat, sedekah, dzikir, ibadah haji dan sebagainya. Adakalanya ibadah-badah tersebut dikerjakan karena ingin mendapat sanjungan dari orang lain, misal supaya disebut sebagai orang yang shaleh, banyak ibadah, dermawan dan lain sebagainya. 
Sedangkan ibadah shaum atau puasa adalah sesuatu yang rahasia. Rahasia antara hamba dengan Rabbnya. Niat melaksanakan shaum adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa Ta’ala. Dan hal ini adalah suatu perkara yang tidak diketahui secara persis kecuali oleh Allah. 
Oleh sebab itu keutamaan ibadah puasa adalah erat hubungannya dengan kesucian jiwa dan keikhlasan hati.

*****

"Puasa Ramadhan bukan sekedar menahan lapar dan dahaga serta aktifitas hubungan suami-istri sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Puasa Ramadhan merupakan ajang atau media melatih diri meningkatkan kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual", buka Ustadz Didin mengawali taklim ba'da Subuh pagi ini.
  
"Mengapa shaum atau puasa di bulan Ramadhan dapat meningkatkan kecerdasan emosi kita?"


Saat kita melaksanakan shaum atau puasa, selain menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa, kita juga harus mampu menahan emosi. Aspek-aspek kecerdasan emosi yang dilatih meliputi :
  • Kemampuan mengenali diri sendiri
  • Kemampuan mengendalikan diri sendiri
  • Kemampuan mengenali perasaan orang lain (empati)
  • Kemampuan membangun hubungan baik dengan orang lain (kecerdasan sosial)
  • Kemampuan memotivasi diri sendiri
Shaum atau puasa di bulan Ramadhan (selama 29 hingga 30 hari) merupakan media proses melatih diri yang tepat untuk meningkatkan kecerdasan emosi kita.
Penelitian ilmiah menyebutkan bahwa perubahan perilaku atau kebiasaan seseorang akan terjadi setelah pengulangan yang ke-25 kali.

>> Puasa Ramadhan akan melatih kita melakukan tahap mengenali diri sendiri. 
Saat tubuh merasakan lapar dan haus, kita menjadi sadar dan tahu bahwa sejatinya kita bukanlah siapa-siapa kecuali seorang hamba yang lemah tidak berdaya, tanpa pertolongan dari Dzat Yang Maha Perkasa, Allah 'Azza wa Jalla. Sehingga akan melatih kita menjadi pribadi yang rendah hati, tahu diri, tidak sombong dan tidak angkuh.

>> Puasa Ramadhan akan melatih kita untuk mengendalikan diri sendiri
Meskipun yang membatalkan puasa adalah makan dan minum dengan sengaja, namun jika selama menahan lapar dan dahaga kita gagal mengendalikan emosi atau amarah, maka gugurlah pahala puasa kita. Yang didapat hanyalah sekedar haus dan lapar alias sia-sia belaka.

>> Puasa Ramadhan akan melatih kita mengenali perasaan orang lain (empati).
Karena saat kita merasakan betapa perihnya perut saat lapar dan betapa keringnya tenggorokan ketika haus, disitu kita akan merasakan bagaimana jika kondisi ini terjadi setiap saat kepada orang-orang yang miskin, kaum dhuafa dan kalangan fakir.

>> Puasa Ramadhan akan melatih kita membangun/ meningkatkan hubungan baik (kecerdasan sosial).
Tuntunannya adalah : Siapa yang mau memberikan makanan kepada mereka yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala dari orang yang menerima hidangan tersebut, tanpa mengurangi pahala yang berpuasa. 
Berdasarkan dalil ilmiah yang teruji sahih ini maka kita akan berlomba memberikan makanan berbuka atau sahur kepada sebanyak mungkin saudara sesama kita. Tindakan ini jelas akan meningkatkan kemampuan kita untuk saling bersosialisasi.

>> Puasa Ramadhan akan melatih kita untuk meningkatkan motivasi diri.
Berpuasa selama sebulan penuh akan terus mendorong diri kita untuk senantiasa konsisten hingga garis finish, yaitu akhir Ramadhan. Terutama mendekati 10 hari terakhir, karena pada 10 hari terakhir kita akan mengejar satu malam yang setara atau bahkan lebih baik dari seribu bulan (lailatul qadar). Di akhir Ramadhan inilah kita akan mengerahkan segala daya upaya agar bisa mendapatkan kebaikan yang belum tentu setara dengan jatah umurnya hidup di dunia ini.

Mengapa shaum atau puasa di bulan Ramadhan dapat meningkatkan kecerdasan spiritual kita?

Puasa (shaum) Ramadhan yang kita jalankan dikatakan berhasil meningkatkan kemampuan atau kecerdasan spiritual kita apabila :
>> Menjadikan kita sebagai pribadi yang jujur, rendah hati (tawadhu')
>> Membersihkan jiwa (tazkiyatun nafsi) dan dapat mengendalikan nafsu
>> Membuat kita menjadi orang yang sabar
>> Menambah rasa syukur, tawakkal dan memperbaiki akhlak kita


Dengan kata lain, keberhasilan shaum Ramadhan bukan pada bentuk lahiriah ibadahnya (berhasil menahan lapar, haus, syahwat di siang hari), tetapi ditandai dengan dapat dirasakannya peningkatan kualitas amaliyah dan sikap hidup (spriritual) kita.

Aktifitas puasa Ramadhan yang memberi pengaruh terhadap peningkatan kecerdasan spriritual adalah yang dijalankan bukan hanya sekedar mencegah/menahan lapar, dahaga serta aktifitas syahwat suami-istri sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Tetapi lebih dari tingkatan tersebut, yaitu menahan seluruh anggota badan kita dari perbuatan (dosa) yang dapat merusak pahala puasa, seperti :

>> Menjaga pandangan dari segala sesuatu yang dilarang oleh syar’i
>> Menjaga lisan dari ghibah, berbohong, mengadu domba dan bersumpah palsu
>> Mencegah telinga dari mendengarkan perkara yang dilarang. 
>> Mencegah perut dari makanan yang syubhat (tidak jelas antara halal haramnya)

Hasil akhir yang diharapkan dari menjalankan shaum Ramadhan selama satu bulan penuh adalah kita akan tampil sebagai manusia yang bertaqwa (muttaqin) dan berakhlak mulia. Bukan hanya dihadapan sesama manusia, tetapi juga dihadapan Allah subhanahu wa Ta'ala. Bukan hanya ketika bulan Ramadhan, namun terus berlanjut pada kehidupan keseharian kita setelah Ramadhan..

Wallahu a'lam

*****
Taklim Ahad Pagi (20/05/2018)
Pemateri : Ust. Didin Muhidin, M.Ag
Moderator : Ust. Guntur Widodo
Supervisi : Bidang Dakwah & PHBI


Materi Terkait :

⤷ Tarawih Pertama 1439 H
⤷ Pesantren Ramadhan 1439 H