Jumat, 15 November 2024

PAUDQu Daarul Khairat : "Menerima Kunjungan Petugas Monitoring BOP 2024 dari Kemenag"

Foto bersama Petugas Monitoring - Amira (keempat dari kanan)
dengan Kepala PAUDQu DK dan Jajaran Tenaga Pendidik 

DK-TRB. PAUDQu atau Pendidikan Anak Usia Dini Al Quran adalah lembaga pendidikan formal di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Lembaga ini mengenalkan dan mendidik anak kepada Al Quran sejak di usia dini.
Tujuan dibentuknya PAUDQu yakni untuk mengenalkan anak membaca, menulis, tahfidz, dan mengamalkan ayat Al Quran dalam kehidupan sehari-hari. Di PAUDQu juga diajarkan praktik ibadah, doa sehari-hari dan sejarah Islam.

PAUDQu dibentuk berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 91 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al Quran. Awalnya PAUDQu adalah Taman Kanak-kanak Al Quran (TKQ) lalu menjadi PAUDQu. Oleh karena itu PAUDQu setara dengan Raudatul Athfal (RA) dan Taman Kanak-kanak (TK).
*****
PAUDQu Daarul Khairat adalah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Al Quran di bawah binaan DKM Masjid Jami Daarul Khairat. Beralamat di Perum Taman Raya Bekasi, Desa Mangunjaya, Kec. Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi dengan Nomor Statistik Sekolah (NSS Kemenag) 402232160175 dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NSPN) Kemendikbud 70014933.

Sabtu pagi 16 November 2024 PAUDQu Daarul Khairat mendapat kunjungan petugas monitoring dan evaluasi (monev) BOP dari Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama - Amira Prihatiningsih. (baca klik disini: Program Bantuan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam 2024)
Hadir menemui petugas monitoring adalah Kepala PAUDQu Ibu Ummu Kusum beserta jajaran tenaga pendidik/guru serta Perwakilan dari Yayasan Masjid Jami Daarul Khairat - Ustad Anshori. (PAUDQu Daarul Khairat klik disini)

Sekilas mengenai BOP PAUDQu Kemenag adalah Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diberikan oleh Kementerian Agama (Kemenag) kepada lembaga pendidikan formal PAUD Al Quran (PAUDQu). Tujuan program BOP PAUDQu diantaranya adalah:
  • Membantu biaya operasional dari lembaga;
  • Mengurangi angka putus sekolah anak usia dini;
  • Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) siswa PAUD;
  • Memberikan kesempatan yang setara bagi siswa kurang mampu untuk mendapatkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu.
Monitoring yang dilakukan oleh petugas pada Sabtu hari ini dimaksudkan agar BOP yang telah disalurkan kepada lembaga penerima, dalam pengelolaannya sesuai dengan aturan, dilandasi itikad baik dan prinsip kehati-hatian, bebas dari intervensi dari pihak manapun, serta tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat administrasi serta tepat manfaat.

Proses Monitoring dan Diskusi :
Petugas Monitoring dengan Manejemen dan Guru-guru PAUDQU DK  

Di akhir pertemuan dengan petugas monitoring, disampaikan harapan agar program bantuan ini dapat terus bergulir di tahun berikutnya karena sangat membantu operasional manajemen untuk keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM) di PAUDQu Daarul Khairat .

Yayasan Masjid Jami Daarul Khairat 
Bank BRI KCP Sultan Hasanudin Tambun
No.Rek. : 2072-01-000553-56-5 
a.n. Yayasan Masjid Jami Daarul Khairat


___________
Sumber: 
- Dok. PAUDQu DK
- Berbagai Sumber
- Kontributor Abu Zaidan



Rabu, 27 April 2022

Buka Puasa Bersama & Syukuran Program SeHaTi

TRB-Bekasi. Program "SeHaTi Belajar Bersama & Berbagi" menyelenggarakan acara silaturahim, buka bersama dan syukuran atas keberhasilan Tim Marawis SeHaTi meraih juara pertama pada "Wonderful Ramadhan" yang diselenggarakan oleh Ikatan Remaja Masjid Izzatul Islam Perum Grand Wisata Bekasi.

Acara ini dihadiri oleh Ketua DKM DK (H. Arif Armansyah), perwakilan pengurus DKM DK (Ust. Ansori dan H. Inam) dan anak-anak beserta para orang tuanya. Bertempat di lapangan olah raga RT 04 RW 021 di boulevard Perum Taman Raya Bekasi.
Rangkaian acara diisi dengan kegiatan :
  • Bersih-bersih area lapangan olahraga
  • Penampilan "SeHaTi Marawis Keren"
  • Sambutan Ketua DKM Daarul Khairat
  • Kultum oleh Ustadz Jaka dilanjutkan Sholat Maghrib berjamaah
  • Buka Puasa Bersama
  • Silaturahim & diskusi ringan
  • Doa penutup


Kika : 
Ust. Dedy Sulin, H. Arif Armasyah, Ust. Jaka, H. I'nam, Ust. Anshori 


Sambutan dari Ketua DKM DK - H. Arif Armansyah


Bagi-bagi THR  : 😊

Kultum

Setelah Ifthor Jama'i dilanjutkan Shalat Maghrib Berjamaah



_______
Sumber : Dok SeHaTi 1443/2022


Ikuti beritanya di link terkait berikut ini :

4 Golongan yang Dirindukan Surga

 

Oleh 
Ust. Sahal Fadli
Kultum Ba'da Isya - 25 Ramadhan 1443 

*****
Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam bersabda yang diriwayatkan Ibnu Abbas radhiyallahu'anhu, dalam hadits:

‎الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَالِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ
"Surga merindukan empat golongan: orang yang membaca Al-Qur'an, menjaga lisan (ucapan), memberi makan orang lapar dan puasa di bulan Ramadhan (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

*****
Ada 4 golongan orang/manusia yang dirindukan oleh surga, yaitu :

1. Orang yang Membaca Al-Qur’an
Golongan pertama adalah orang-orang yang lisannya senantiasa digunakan untuk membaca kalam Allah.

"Bacalah Al-Qur'an, karena dia akan datang pada hari kiamat sebagai pembela (pemberi syafaat) bagi orang yang mempelajari dan menaatinya." (HR. Muslim).

Oleh karena itu menjadi keutamaan dan penting bagi para orang tua untuk mengenalkan serta mengajarkan kepada anak-anaknya membaca Al-Qur'an. Al-Qur'an akan menjadi bekal bagi anak-anak, menjadi petunjuk menjalani kehidupan yang benar di masa depan juga untuk meningkatkan harkat orang tua di hadapan Allah di akhirat kelak. Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjamin keberkahan di akhirat bagi orang tua yang anaknya membaca dan mengamalkan Al-Qur'an.

2. Orang yang Menjaga Lisan (Wa haafizhul-Lisan)
Golongan kedua yang dirindukan oleh surganya Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah orang-orang yang menjaga lisannya.
Berhati-hatilah dengan mulut/lisan kita karena sebuah ucapan bisa menjerumuskan kita ke dalam api neraka. Menjaga lisan dengan tidak berbicara/mengucapkan perkataan yang dapat menyakiti orang lain.

Suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam, ditanya, "Siapakah Muslim yang paling utama?" Beliau menjawab, "Orang yang bisa menjaga lisan dan tangannya dari berbuat buruk kepada orang lain." (HR. Bukhari).

3. Orang Memberi Makan Kepada Orang yang Kelaparan (Wa muth’imul-ji’aan) 

4. Orang yang Berpuasa di Bulan Ramadhan (Wa shoimiin fii syahri Romadhon)
______________
DK - Ramadhan 1443 H

Artikel Terkait :