Bertindak sebagai imam shalat adalah Ust. Guntur Widodo dan khatib Ust. Endang Suprapto dari Bidang Ibadah dan Dakwah DKM DK.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi SAW. bersabda :
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah salat dan bersedekahlah. (HR. Bukhari No. 1044)
Sabtu, 28 Juli 2018
00:14 WIB : Mulai Fase Samar-samar Masuk (awal penumbra).
Perbanyak dzikir dan istighfar (istighfar kubro/sayyidul istighfar).
Mulai memperbanyak/mengumandangkan takbir karena bayangan gelap mulai masuk (awal umbra).
Waktu Shalat Gerhana (Khusyuf al-Qamar) berjamaah. Bulan akan mengalami kegelapan dalam keadaan tertutup total berwarna merah dengan ukuran magnitude umbra sebesar 1,61 mengakibatkan terjadi pasang air laut menuju daratan.
Khutbah Gerhana - Tema bahwa Gerhana Bulan Total merupakan Kebesaran dan Kekuasaan Allah.
Adzan Shubuh, iqomah, sholat Shubuh berjamaah dan wirid/dzikir
Melanjutkan Gema Takbir hingga Gerhana terbuka kembali bersinar secara sempurna (akhir Umbra), memperbanyak takbir dan istighfar.
 |
| http://ummetro.ac.id/berita/tata-cara-shalat-gerhana |
Dan Telah menceritakan kepada kami (Qutaibah bin Sa'id) dari (Malik bin Anas) dari (Hisyam bin Urwah) dari (bapaknya) dari (Aisyah) -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepada kami (Abu Bakar bin Abu Syaibah) -dan lafaznya juga darinya- ia berkata, telah menceritakan kepada kami (Abdullah bin Numair) telah menceritakan kepada kami (Hisyam) dari (bapaknya) dari (Aisyah) ia berkata:
Pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah terjadi gerhana matahari, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukan shalat (gerhana). Beliau berdiri lama sekali, lalu ruku' dengan lama sekali, kemudian bangun dari ruku' dan berdiri lama sekali, namun tidak seperti lama berdirinya yang pertama, lalu beliau ruku' lama sekali, namun tidak seperti ruku'nya yang pertama, lalu beliau sujud. Kemudian beliau berdiri lama, namun tidak seperti lama berdirinya yang pertama, lalu beliau ruku' lama namun tidak seperti lama ruku'nya yang pertama. Kemudian beliau mengangkat kepalanya (bangkit), lalu berdiri lama, akan tetapi tidak seperti lama berdirinya yang pertama, kemudian beliau ruku' lama, namun tidak seperti lama ruku'nya yang pertama, lalu beliau sujud.
Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selesai shalat, matahari telah bersinar terang. Lalu beliau menyampaikan khutbah di hadapan para jamaah. Beliau pertama-tama memuji dan menyanjung Allah, kemudian bersabda: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebagian dari tanda kebesaran Allah, dan keduanya tidaklah mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Karena itu, apabila kalian melihat gerhana matahari atau bulan, maka bertakbirlah dan berdo'alah kepada Allah, serta shalat dan bersedekahlah. Hai umat Muhammad, sungguh tidak ada kebencian yang melebihi kebencian Allah jika ada hamba-Nya (lelaki atau perempuan) yang berzina. Hai umat Muhammad, demi Allah, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa. "Bukankah aku telah menyampaikan?" Dan dalam riwayat Malik; "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua ayat dari ayat-ayat Allah." Dan telah menceritakan kepada kami (Yahya bin Yahya) telah mengabarkan kepada kami (Abu Mu'awiyah) dari (Hisyam bin 'Urwah) dengan isnad ini. Dan ia juga menambahkan; "Amma Ba'du, sesungguhnya matahari dan bulan termasuk dari ayat-ayat Allah". Ia juga menambahkan; "Kemudian beliau mengangkat keduanya tangannya dan membaca: "Ya Allah, bukankah aku telah menyampaikan?"(HR. Muslim No. 1499)
*****
Sumber: Ust. Guntur, Tasa Y.