Rabu, 22 Agustus 2018

"Idul Adha 1439 H"




Persiapan kandang hewan qurban sudah dilakukan mulai dari hari Minggu 19 Agustus 2018. Seperti tahun-tahun sebelumnya lokasi kandang bertempat di fasum RT 01 RW 21 TRB. Surat permohonan ijin penggunaan lokasi telah dikirimkan oleh Panitia dan telah mendapatkan lampu hijau dari Ketua RT 01 beberapa hari sebelumnya.

Meski sehari kemudian (Senin 20/08/2018) sempat ada pernyataan keberatan dari salah seorang warga RT 01 sehubungan penggunaan lahan fasum RT 01 sebagai lokasi kandang, namun akhirnya permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan baik antara pengurus RT 01, panitia dan tokoh masyarakat.       
Surat Izin Permohonan Penggunaan Lahan

Persiapan Kandang
Senin 20 Agustus 2018 hewan qurban sudah mulai berdatangan ke tempat kandang penampungan. Terutama sapi yang merupakan hewan qurban yang berasal dari tabungan qurban Masjid DK.
Sapi qurban DK, saat masih di kandang penjual 


>> SHOLAT IDUL ADHA

Rabu, 22 Agustus 2018 Pukul 06.50 WIB diawali laporan Ketua Panitia Idul Adha 1439 H, pelaksanaan Sholat Idul Adha dilaksanakan pukul 07.15 WIB dengan Imam dan Khatib Ustad Samit.
Jamaah pria (ikhwan) ditempatkan pada lantai satu dan dua masjid serta jalanan sayap kiri dan kanan masjid. Sementara jamaah perempuan (akhwat) diarahkan oleh panitia menempati halaman/lapangan Masjid.

Jamaah akhwat/perempuan
memenuhi halaman/lapangan Masjid DK 





>> PROSES MENYIAPKAN DAGING QURBAN

Pelaksanaan penyembelihan hewan qurban dimulai pada pukul 09.00 WIB. Pelaksanaan penyembelihan didahului dengan acara serah-terima hewan qurban dari pengqurban kepada Panitia. Penyerahan hewan qurban dilakukan oleh perwakilan pengqurban dan diterima Panitia diwakili oleh Dewan Penasehat DKM DK H. Tb. Ito Asep Mulyana. Serah-terima disaksikan oleh Plt. Ketua DKM H. Arif Armansyah, MH., dan Ketua I H.M. Dulfi.

Tahun ini hewan qurban yang diamanatkan kepada Panitia Idul Adha Masjid Daarul Khairat berjumlah 28 ekor kambing/domba dan 10 ekor sapi.

  • Penyembelihan Qurban
Proses Penyembelihan hewan qurban dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Sampai dengan menjelang waktu Sholat Dzuhur, 27 ekor kambing/domba dan 5 ekor sapi telah disembelih, dikuliti dan dicacah. Sapi terakhir atau kesepuluh disembelih pada pukul 16.00 WIB.




Serah-Terima Hewan Qurban 
 

  • Pengulitan

  • Pencacahan Daging & Tulang
 
 

Bagian pencacahan tulang

Bagian pengumpul kulit

  • Pembersihan Jeroan

  • Penimbangan, Pengemasan dan Pendistribusian Paket Qurban
Mengutip catatan laporan Sekretaris Panitia Idul Adha Masjid Daarul Khairat, Tasa Yudistira, dari proses penimbangan, pengemasan paket qurban, berhasil didistribusikan total 1.352 paket kantong daging qurban. Rinciannya adalah 760 paket kantong @ 8 ons dan 592 paket kantong @ 6 ons.








Catatan Panitia :
Mengenai pendistribusian/penyaluran daging qurban 1439H


Pendistribusian paket (daging) qurban disalurkan melalui para Ketua dan Pengurus RT dengan meminta data warganya. Penyaluran paket qurban juga dilakukan kepada para warga perkampungan disekitar TRB, para guru mengaji, melalui ustad/ustazah guru majelis taklim, yayasan pondok pesantren dan panti asuhan, yayasan panti rehabilitasi mental, panitia dan remaja masjid, para petugas jagal, tukang bangunan Masjid DK, tukang ojek pangkalan, petugas keamanan (security) RW 21, petugas TPU serta pegawai Kantor Desa Mangunjaya.

Format Surat Tugas bagi petugas/perwakilan RT
untuk pengambilan daging qurban
 


Ketua Panitia
Idul Adha/Qurban 1439 H :
A. Cartim

Sumber: Humas (DK-Musrizal), Tasa Y., Agus Riono, Pribadi (W/A)

Materi terkait :


Sabtu, 28 Juli 2018

BKMT - "PEMBUKAAN TAKLIM RUTIN BULANAN"

DK-TRB. Sabtu pagi, 8 Dulqo'dah 1439 H (28 Juli 2018) BKMT Daarul Khairat menggelar taklim pembuka. Taklim pembuka pagi ini merupakan taklim pembuka dari taklim ibu-ibu BKMT yang rutin terjadwal setiap bulannya. (baca: "BKMT : Penutupan Pengajian Jelang Ramadhan 1439 H")
Bertugas sebagai pembawa acara adalah Fitriany. Kemudian berturut-turut do'a pembukaan oleh Muflicha, do'a aqidah oleh Nujiati dan do'a pagi oleh Muryati. Tilawah dan sari tilawah Al-Qura'an dibawakan oleh Rachmawati dan Melda.




Sebelum materi taklim, Ketua BKMT Nana Robiana berkesempatan melaporkan secara sekilas tentang program-kegiatan BKMT yang telah dilaksanakan pada bulan sebelumnya. 

Materi taklim diisi oleh Ust.Didin Muhiddin, M.Ag dengan tema : "HIDUP BERKAH".

28/07/2018

*****
TAKLIM PEMBUKAAN BKMT
Kontributor/Sumber: Nana Robiana
Sabtu, 28/7/2018




Shalat Gerhana (Bulan)


DK-TRB. DKM DK kembali melaksanakan Shalat khusuf al-qamar pada Sabtu dinihari 28 Juli 2018. Shalat yang dilakukan sehubungan terjadinya peristiwa gerhana bulan ini juga pernah dilaksanakan di Masjid Jami DK pada Januari yang lalu. (baca: Masjid Jami' Daarul Khairat Laksanakan Shalat Gerhana Bulan)





Bertindak sebagai imam shalat adalah Ust. Guntur Widodo dan khatib Ust. Endang Suprapto dari Bidang Ibadah dan Dakwah DKM DK.


Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi SAW. bersabda :

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah salat dan bersedekahlah. (HR. Bukhari No. 1044)

*****
Sabtu, 28 Juli 2018 

00:14 WIB : Mulai Fase Samar-samar Masuk (awal penumbra).

Perbanyak dzikir dan istighfar (istighfar kubro/sayyidul istighfar).

01:24 WIB : 
Mulai memperbanyak/mengumandangkan takbir karena bayangan gelap mulai masuk (awal umbra).
03:00 WIB : 
Waktu Shalat Gerhana (Khusyuf al-Qamar) berjamaah. Bulan akan mengalami kegelapan dalam keadaan tertutup total berwarna merah dengan ukuran magnitude umbra sebesar 1,61 mengakibatkan terjadi pasang air laut menuju daratan.
03:21 WIB : 
Khutbah Gerhana  - Tema bahwa Gerhana Bulan Total merupakan Kebesaran dan Kekuasaan Allah.
04:41 WIB: 
Adzan Shubuh, iqomah, sholat Shubuh berjamaah dan wirid/dzikir
04:55 WIB: 
Melanjutkan Gema Takbir hingga Gerhana terbuka kembali bersinar secara sempurna (akhir Umbra), memperbanyak takbir dan istighfar.


http://ummetro.ac.id/berita/tata-cara-shalat-gerhana
Dan Telah menceritakan kepada kami (Qutaibah bin Sa'id) dari (Malik bin Anas) dari (Hisyam bin Urwah) dari (bapaknya) dari (Aisyah) -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepada kami (Abu Bakar bin Abu Syaibah) -dan lafaznya juga darinya- ia berkata, telah menceritakan kepada kami (Abdullah bin Numair) telah menceritakan kepada kami (Hisyam) dari (bapaknya) dari (Aisyah) ia berkata:
Pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah terjadi gerhana matahari, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukan shalat (gerhana). Beliau berdiri lama sekali, lalu ruku' dengan lama sekali, kemudian bangun dari ruku' dan berdiri lama sekali, namun tidak seperti lama berdirinya yang pertama, lalu beliau ruku' lama sekali, namun tidak seperti ruku'nya yang pertama, lalu beliau sujud. Kemudian beliau berdiri lama, namun tidak seperti lama berdirinya yang pertama, lalu beliau ruku' lama namun tidak seperti lama ruku'nya yang pertama. Kemudian beliau mengangkat kepalanya (bangkit), lalu berdiri lama, akan tetapi tidak seperti lama berdirinya yang pertama, kemudian beliau ruku' lama, namun tidak seperti lama ruku'nya yang pertama, lalu beliau sujud. 
Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selesai shalat, matahari telah bersinar terang. Lalu beliau menyampaikan khutbah di hadapan para jamaah. Beliau pertama-tama memuji dan menyanjung Allah, kemudian bersabda: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebagian dari tanda kebesaran Allah, dan keduanya tidaklah mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Karena itu, apabila kalian melihat gerhana matahari atau bulan, maka bertakbirlah dan berdo'alah kepada Allah, serta shalat dan bersedekahlah. Hai umat Muhammad, sungguh tidak ada kebencian yang melebihi kebencian Allah jika ada hamba-Nya (lelaki atau perempuan) yang berzina. Hai umat Muhammad, demi Allah, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa. "Bukankah aku telah menyampaikan?" Dan dalam riwayat Malik; "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua ayat dari ayat-ayat Allah." Dan telah menceritakan kepada kami (Yahya bin Yahya) telah mengabarkan kepada kami (Abu Mu'awiyah) dari (Hisyam bin 'Urwah) dengan isnad ini. Dan ia juga menambahkan; "Amma Ba'du, sesungguhnya matahari dan bulan termasuk dari ayat-ayat Allah". Ia juga menambahkan; "Kemudian beliau mengangkat keduanya tangannya dan membaca: "Ya Allah, bukankah aku telah menyampaikan?"(HR. Muslim No. 1499)

*****
Sumber: Ust. Guntur, Tasa Y.