Sabtu, 24 Maret 2018

"MENGENALI GAYA BELAJAR KITA" (Taklim Anak & Remaja)

DK-Taklim Anak & Remaja Malam Ahad.
Mengisi materi taklim malam ahad kali ini adalah Bapak Tri Priyogo. Membawakan materi "Bagaimana mengenali gaya belajar kita" dengan model pembelajaran "Visualization, Auditory, Kinestetic" atau disingkat VAK. Model pembelajaran VAK merupakan gaya yang menggunakan 3 macam sensori dalam menerima informasi yaitu penglihatan (visualization), pendengaran (auditory), dan gerak (kinestetic).

Pemateri menyampaikan, bahwa meskipun kebanyakan anak memiliki kemampuan untuk menangkap materi pelajaran dengan gabungan ketiga hal tersebut, yaitu : penglihatan (visualization), mendengaran (auditory), dan gerak (kinestetic), namun seringkali anak mempunyai kecenderungan yang lebih kuat pada satu dari tiga aspek tersebut. Ini yang kemudian memberi anak atau orang pada umumnya bakat dan kekurangan alami tertentu.

Selanjutnya dengan metode VAK, anak-anak peserta taklim diajak mengenali bagaimana mengenali gaya atau cara pembelajaran yang sesuai dengan potensi kecenderungan penangkapan (sensori) masing-masing dari mereka. Sehingga dengan mengenali gaya pembelajaran yang sesuai maka anak-anak akan dapat secara efektif dan efesien menangkap materi dalam proses belajarnya.

24/03/2018

1. Gaya Visual (Belajar dengan cara melihat)
Belajar menggunakan indra mata. Proses belajar dengan cara mengamati, menggambar, mendemonstrasikan, membaca, menggunakan media/ alat peraga. Seorang anak lebih suka melihat gambar, suka pertunjukan, peragaan atau menyaksikan video.
Bagi anak yang bergaya visual yang memegang peranan penting adalah mata/ penglihatan. 
Sehingga metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak dititikberatkan pada peragaan atau media, mengajak anak ke obyek-obyek yang berkaitan dengan materi pelajaran tersebut atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung atau menggambarkannya dipapan tulis.
Ciri-ciri anak yang lebih dominan memiliki gaya belajar visual misalnya lirikan mata ke atas bila berbicara dan berbicara dengan cepat. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat behasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. 
Anak cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Siswa berfikir menggunakan gambar-gambar di otak dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual

2. Gaya Auditori ( belajar dengan cara mendengar)

Belajar dengan kecenderungan mendengarkan, menyimak, berbicara, presentasi, mengemukakan pendapat, gagasan, menanggapi dan berdiskusi
Anak dengan kecenderungan ini lebih suka belajar dengan cara mendengarkan kaset audio, ceramah-kuliah, diskusi, debat, dan instruksi (perintah) verbal. Alat perekam sangat membantu pembelajaran anak tipe auditori. 

Setelah membaca sesuatu yang baru, deskripsikan dan ucapkan apa yang sudah dibaca tadi sambil menutup mata dengan suara lantang. Dengan cara ini, ketika mengingat dengan mata tertutup dan dideskripsikan dengan lantang, maka secara otomatis telah belajar dan menyimpannya dalam multi-sensori.
Ciri-ciri siswa yang lebih dominan memiliki gaya belajar auditori misalnya lirikan mata ke arah kiri/kanan, mendatar bila berbicara dan sedang-sedang saja. Untuk itu, guru sebaiknya memperhatikan anak hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset/rekaman suara.

3. Gaya belajar Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)

Belajar melalui aktivitas fisik dan keterlibatan langsung. Anak dengan kecenderungan ini lebih suka belajar dengan cara bergerak, menyentuh dan merasakan/mengalami sendiri gerakan tubuh aktivitas fisik. Anak kinestetik belajar dengan cara mengalami dan melakukan sendiri dari materi yang sedang diajarkan. 

Ciri-ciri anak yang lebih dominan memiliki gaya belajar kinestetik misalnya lirikan mata ke bawah bila berbicara dan berbicara lebih lambat. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Anak yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan. 

24 Maret 2018

❇❇❇❇❇❇❇

Taklim Anak & Remaja, Sabtu, 24/3/2018
Pemateri : Tri Priyogo
Moderator : Tassa Yudistira

Supervisi : Bidang Pembinaan Anak, Remaja & Seni Budaya Islam (Rosa Herdiansyah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar