oleh Abu Zaidan
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
DK-Taklim anak dan remaja malam ahad.
Pemateri mengawali sapaan kepada anak-anak peserta taklim dengan tawaran :
"Kita mau belajar malam ini dengan serius atau santai?"
Sesaat saling bertatapan, lalu beberapa anak menjawab, "Yang serius pak !!"
Namun tak kurang banyak yang menjawab, "Yang santai sajaaaa !!"
"Baik dua-duanya saja ya.....serius tapi santai, santai tapi serius...."
"Coba sekarang apa yang saya pegang di tangan kanan saya ini?" tanya pemateri sambil mengangkat gelas air mineral di tangan kanannya.
"Aiirrrrr mineral !!!" jawab anak-anak riuh rendah
"Sebut saja 'air' ya..... Lalu ini apa ??" sambil mengangkat snack kue jatah peserta taklim di tangan kirinya.
"Kuuuueeeehhhhhh !!!" sambut anak-anak.
Pemateri kemudian meminta peserta taklim untuk bersama-sama menyebutkan benda (air atau kue) sesuai dengan tangan yang diangkat pemateri secara bergantian.
"Sekarang, coba kalian sebutkan kebalikannya ya... Bila 'air' di tangan kanan yang saya angkat, sebutkan 'kue' dan bila 'kue' yang saya angkat kalian sebutkan 'air'...."
Awalnya, beberapa anak masih kagok dan salah sebut. Tetapi setelah beberapa kali, anak-anak kemudian menjadi terbiasa dengan jawaban yang dibalik tersebut.
"Oke....cukup !!..cukup !!..."
"Ternyata mudah ya mengajak orang untuk melakukan hal yang salah..."
Seorang anak menjawab lantang, "Kan bapak yang nyuruh !!" 😂😂
"Sekarang saya tanya, siapa yang suka nonton televisi?"
Semua peserta mengangkat tangan dan berteriak, "Sayaaaaaaa !!!!"
"Lalu, coba siapa yang suka buka internet ? Baik di warnet, di rumah maupun di hand phone atau android... "
Semua peserta mengangkat tangan dan berteriak, "Sayaaaaaaa !!!!"
"Pertanyaan saya selanjutnya....apa yang kalian buka atau lihat di televisi maupun di internet ??"
"Banyak pak !! fileemmm !! sinetrooonn !!....... youtube pak bisa nonton dangdutan !!"
"Chatting pak !!...main game pak asyiikkk !!" jawab anak-anak dengan semangat.
"Itu saja ?!?! Ada nggak yang suka nyari bahan untuk mengerjakan tugas sekolah di internet ??"
"Iya pak saya !!..." jawab separuh dari 22 peserta taklim yang hadir.
"Oke...bagus !!! ternyata masih ada dari kalian yang bisa mengambil manfaat kebaikan dari internet."
Saat anak-anak diminta menyebutkan mengenai hal apa saja yang dapat dilihat, disaksikan dan didengar ketika mereka mengakses internet, misalnya, saat main game online, maka sambil menyebutkan sebuah judul game online beberapa anak menjawab dengan lugas :
"Pakaian orang-orangnya yang perempuan 'ngga' jelas pak !! keliahatan pusernya.....terus kalau ada yang kalah, pemeran dalam game-nya biasanya ngomong kasar (mengumpat) pak !!"
"Hal-hal tersebut sesuai ngga dengan tuntunan Islam ??" tanya pemateri.
"Tidaaakkkk !!" serentak anak-anak menjawab.
Sekilas dialog dengan anak-anak tersebut, kiranya dapat membuka kesadaran kita, bahwa dasar fondasi agama dari anak-anak sebetulnya sudah ada. Baik yang mereka dapat melalui pembelajaran dan bimbingan langsung dari orang tua di rumah; melalui pelajaran agama di sekolah ataupun yang didapat dari pengajian/taklim yang mereka ikuti. Mereka sudah tahu hal perbuatan yang baik dan yang buruk menurut Islam.
Namun karena kita hidup di era keterbukaan informasi, jika orang tua tidak mendampingi dan membimbing anak-anak saat menggunakan media-media informasi, maka lambat laun akidah akhlak dari anak-anak kita akan semakin terkikis. Akidah dan akhlak anak-anak kita akan rusak tergerus oleh derasnya gempuran nilai-nilai yang tidak sesuai dengan aturan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala dan tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Kemudian pemateri memaparkan kepada anak-anak, bahwa saat kita mengakses internet atau sering disebut dunia maya, banyak hal yang dapat kita jumpai. Baik pengetahuan yang bermanfaat maupun hal buruk yang dapat merusak nilai-nilai akidah akhlak terpuji yang selama ini kita taati.
Pemateri kembali bertanya :
"Saat kalian membuka, menyaksikan gambar maupun tayangan film atau video di internet yang isinya tidak sesuai dengan tuntunan agama...... tahukah kalian ada hal-hal buruk yang secara tidak sadar sedang ditanamamkan di otak atau pikiran kalian ??"
Anak-anak terdiam.
Sejurus kemudian, pemateri mengajak peserta taklim mendekat, mengelilingi permadani besar ukuran 2x3 meter yang berada di mihrab imam Masjid DK. Rekal dengan mushaf Al Quran di atasnya diletakkan tepat di tengah-tengah permadani. Selanjutnya anak-anak diminta untuk mengambil mushaf Al Quran tersebut dengan syarat tanpa menginjak permadani. Sesaat anak-anak mencoba dengan berbagai cara, kemudian menyerah.
![]() |
| Mushaf Al Quran di atas rekal |
Pemateri kemudian menunjukkan caranya, yaitu dengan menggulung salah satu sisi permadani sampai mendekati tengah sehingga Al Quran dapat diambil tanpa menginjak permadani tadi.
"Kita simpan dulu pertanyaan di kepala kalian !!"
"Mari kita buka Quran Surah Al Baqarah ayat 217" ajak pemateri kepada anak-anak.
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ ۖ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا ۚ وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidil haram dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
Dari Q.S. Al Baqarah (217), Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memperingatkan kepada kita bahwa musuh-musuh Islam tidak akan ada henti-hentinya memerangi kita, hingga kita mengikuti mereka, hingga kita keluar dari perintah-perintah Allah atau menjadi kafir. Mereka tidak suka melihat umat Islam menjadi kuat, kuat iman akidahnya, maju ilmu pengetahuannya, pandai generasi mudanya.
Musuh-musuh Islam, yaitu mereka golongan kaum kafir, musyrikin dan munafik, selalu berusaha memerangi umat Islam dengan berbagai cara.
Hari ini, ketika mereka tidak berani memerangi secara terang-terangan umat muslim Indonesia, mereka gencar menggunakan media informasi dan internet. Tujuan akhirnya adalah merusak akidah dan akhlak generasi muda Islam.
Mereka sadar akidah kita sulit untuk digoyahkan dengan cara kekerasan, maka mereka mencoba melemahkan generasi muda melalui media-media informasi, melalui dunia maya/internet. Melalui tayangan media hiburan yang melenakan maupun melalui media informasi yang mengaburkan batas antara kebenaran dengan kebatilan.
Aplikasi hiburan dan game online yang berisi muatan yang tidak sesuai dengan norma-norma Islam. Selain tidak sesuai dengan norma-norma Islam, game-game tersebut juga membuat kita kecanduan, lupa waktu, malas mengerjakan aktifitas lain yang menjadi kewajiban, seperti melupakan kewajiban sholat lima waktu dan belajar.
*****
>>> "Peragaan di awal tadi, merupakan contoh sederhana bagaimana kalian disesatkan dengan pelan-pelan dan tanpa sadar" kata pemateri kepada anak-anak.
>>> "Kemudian pada peragaan kedua adalah contoh sederhana, saat umat Islam dan generasi mudanya yang sudah dilemahkan akidahnya, menjadi malas dan bodoh secara intelektual....maka tanpa harus diserang atau perang dengan menggunakan senjata-senapan, bom dan tentara, musuh-musuh Islam akan 'menggulung' kalian. Sumber segala sumber ilmu dan ajaran kita yaitu Al Quran dan hadits, kemudian akan mereka gantikan dengan nilai-nilai yang sesat dan menyesatkan."
.....Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup..... (Q.S Al Baqarah: 217)
*****
"Coba saya tanya, kalau kalian membuka internet di komputer menggunakan program atau aplikasi apa ??"
Anak-anak menjawab riuh bersahutan, menyebutkan beberapa nama aplikasi web browser.
Web browser adalah suatu program/ software yang digunakan untuk menjelajahi internet atau untuk mencari informasi dari suatu web yang tersimpan di dalam komputer. Jawaban anak-anak, membuktikan bahwa mereka tidak gaptek, gagap teknologi. Peserta taklim yang terdiri dari anak kisaran kelas 3 SD sampai dengan kelas 10 SMA sudah mengenal beberapa nama-nama web browser. Dan kita yakin mereka sudah akrab dan biasa menggunakannya.
"Adakah nama-nama dari aplikasi browser, aplikasi game, aplikasi untuk chatting, tersebut yang bernama Islam ?? Mengapa ??"
Salah satu anak menjawab, "Tidak ada pak, karena yang membuat bukan orang Islam !!"
"Oke......kira-kira lima atau sepuluh tahun yang akan datang, bisa ngga generasi muda Islam seperti kalian menciptakan aplikasi semacam itu ??"
Sambil menunjuk kepada beberapa anak peserta taklim (Rasyid, Arsya, dan Mutia) pemateri melanjutkan obrolannya :
Sehingga suatu hari nanti, akan lebih asyik ketika kita akan menggunakan internet maka kita berkata, "Ehh.....ayo kita cari bahan pelajaran di aplikasi 'Rasyid' (petunjuk).... bukan lagi mbah google..."
Atau saat anak-anak akan bermain game online mereka akan berteriak, "Ayo kita main petualangan samudra di game online 'Arsya'...."
Atau suatu saat, orang akan bilang, "Tolong friend....aku di add di aplikasi 'Mutia' ya ...jadi aku bisa nge-chatt gratis dengan kamu..."
"Tentu saja aplikasi yang kalian buat nanti adalah aplikasi yang sudah disesuaikan dengan nilai-nilai Islam."
Beberapa anak menjawab, "Inshaa Allah bisa !!"
Tiba-tiba salah seorang anak berteriak, "Takbir !!"
Disambut oleh para peserta yang lain, "Allahu akbar !!"
Pemateri melanjutkan, "Dengan syarat mulai hari ini kalian harus..." :
- Kalian harus selalu taat kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala dan tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam serta patuh kepada kedua orang tua.
- Kalian harus rajin belajar, disiplin mengatur dan membagi waktu : waktu beribadah, waktu belajar dan waktu bermain;
- Kalian harus dapat memanfaatkan teknologi internet untuk hal-hal yang bernilai kebaikan dan mendukung tugas kalian dalam belajar. Dan menghindari atau menjauhi hal-hal batil saat menggunakan internet.
![]() |
| "Metamorfosis" Pencarian materi pelajaran IPA kelas 5 SD dengan aplikasi mesin pencarian (web browser) |
![]() |
| Pencarian Rumus Bangun Datar dengan aplikasi mesin pencarian (web browser) |
![]() |
| Pencarian Rumus Kimia Gula Materi pelajaran Kimia - Kelas 10 SMA dengan aplikasi mesin pencarian (web browser) |
![]() |
| Pencarian Surah dan Ayat dalam Al-Quran online dengan mesin pencarian (web browser) |
Taklim diakhiri dengan doa :
اللهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا التِبَاعَةَ وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
Allahumma arinal-haqqa haqqan warzuqnat-tiba’ah, wa arinal-baatila baatilan warzuqnaj-tinaabah
*******
Taklim Anak & Remaja Malam Ahad (Sabtu, 31/3/2018)
Pemateri : Abu Zaidan/WA
Moderator : Tassa Yudistira
Supervisi : Bidang Pembinaan Anak, Remaja & Seni Budaya Islam (Rosa Herdiansyah)
Pemateri : Abu Zaidan/WA
Moderator : Tassa Yudistira
Supervisi : Bidang Pembinaan Anak, Remaja & Seni Budaya Islam (Rosa Herdiansyah)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar